BAZNAS RI Bersama Menko PM Salurkan Bantuan Zmart, BUMi, dan Santripreneur di Gresik

11 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, GRESIK - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar menyalurkan bantuan penguatan ekonomi umat melalui program Zmart Pesantren, BAZNAS Ultra Mikro Masjid (BUMi), dan Santripreneur di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu (8/8/2026).

Dalam agenda peresmian program yang berlangsung di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Gresik tersebut, disalurkan bantuan sebesar Rp 350 juta untuk menghadirkan 7 unit Zmart Pesantren dan bantuan Rp 500 juta untuk 5 masjid dalam program BUMi. Selain itu, disalurkan pula bantuan Program Santripreneur melalui Kebun Pemberdayaan Berbasis Ekonomi Sirkular senilai Rp 21 juta.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid menegaskan program bantuan ekonomi berbasis masjid dan pesantren ini difokuskan untuk memperkuat kemandirian finansial umat dari tingkat akar rumput.

"Sejak tahun 2022, BAZNAS telah mengalokasikan puluhan miliar rupiah untuk program Zmart dan BUMi Masjid, di mana khusus wilayah Jawa Timur saat ini telah menjangkau kurang lebih 23 unit Zmart dan ratusan masjid di berbagai daerah," kata Sodik.

Menurutnya, penguatan modal usaha untuk pesantren dan masjid di Gresik ini dikolaborasikan bersama Kemenko PM serta didukung koordinasi strategis bersama Kementerian Koperasi dan Danantara guna memperbesar skala pembiayaan usaha mikro.

Sodik mengatakan, secara nasional, program BAZNAS Ultra Mikro (BUMi) Masjid telah menjangkau 213 masjid di 35 provinsi dengan total 10.641 penerima manfaat guna menggerakkan perekonomian syariah dari tingkat akar rumput.

"Harapan kami melalui pendampingan dan perkuatan modal ini, para penerima manfaat di Jawa Timur kelak dapat bertransformasi dan mengalami peningkatan status dari mustahik menjadi muzakki," kata Sodik.

Menteri Koordinator PM, Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan pentingnya menempatkan pesantren sebagai ekosistem utama penanggulangan kemiskinan dan penggerak ekonomi daerah yang mengakar kuat di tengah masyarakat.

Penguatan ekonomi berbasis pesantren dan masjid ini diharapkan menjadi solusi konkret agar masyarakat lokal dapat menikmati langsung hasil kemajuan ekonomi dan tidak sekadar menjadi penonton di tengah pesatnya industrialisasi daerah.

"Tidak ada ekosistem yang paling kuat dan mengakar kecuali pesantren di Tanah Air kita, sehingga ekosistem penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan yang sangat siap itu adalah pesantren," ujar Muhaimin.

Pengurus Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Gresik, Asrorun Niam Sholeh menyambut baik penempatan program pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren dan masjid di Kabupaten Gresik sebagai langkah strategis mewujudkan kemandirian bangsa.

Sinergi antara kekuatan umat dan pemerintah melalui penyaluran modal Zmart serta BUMi Masjid ini diharapkan mampu memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan jasmani dan rohani masyarakat.

"Maka ketika Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menempatkan dan memfokuskan kegiatan pemberdayaan masyarakat, khususnya pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren, ini adalah langkah yang tepat dan patut diapresiasi," kata Asrorun.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |