REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin akses pangan yang merata. Penyaluran perdana ini memastikan masyarakat di wilayah kepulauan sekalipun mendapatkan hak yang sama atas kebutuhan pokok.
Rizal menyatakan bahwa kehadiran pemerintah bersama Bulog di Alor adalah bagian dari upaya memastikan seluruh masyarakat Indonesia memiliki akses yang setara terhadap pangan. Ia menekankan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar seremoni penyaluran beras.
“Hari ini kami datang langsung ke Alor untuk memastikan bantuan pangan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat. Ini bukan hanya soal menyalurkan beras, tetapi memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Rizal dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Alokasi Tiga Bulan untuk 37 Ribu Penerima
Dalam kunjungan tersebut, Dirut Bulog mendampingi Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Pemerintah memastikan penyaluran bantuan pangan terus menjangkau masyarakat hingga wilayah kepulauan, termasuk di Alor.
Adapun penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Alor merupakan alokasi untuk tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September. Total terdapat 37.338 Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang menjadi sasaran program ini.
"Bantuan yang disalurkan merupakan alokasi untuk tiga bulan, jadi nanti masing-masing keluarga akan mendapatkan 30 kilogram beras,” ujar Rizal.
Tantangan Geografis dan Sinergi
Menurut Rizal, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi pangan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bulog, serta seluruh pemangku kepentingan agar bantuan dapat menjangkau wilayah dengan tantangan geografis.
“Bagi Bulog tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dilayani. Alor adalah bagian dari Indonesia, dan masyarakatnya memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian serta akses pangan. Kami akan terus memastikan pangan hadir sampai ke masyarakat,” tegas Rizal.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, bantuan pangan juga disalurkan kepada masyarakat di sejumlah desa, antara lain Desa Fuisama sebanyak 66 PBP, Desa Probur 513 PBP, dan Desa Lembur Barat 222 PBP. Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan bantuan pangan menjangkau masyarakat hingga tingkat desa.
Komitmen Kepala Bapanas
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan penyaluran bantuan pangan merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan Bulog dinilai menjadi kunci efektivitas program.
“Kita ingin memastikan negara hadir bukan hanya melalui kebijakan, tetapi melalui aksi nyata," kata Amran. Ia menegaskan bantuan pangan harus sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, tepat sasaran, dan tepat waktu.
Amran memastikan bantuan pangan dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah kepulauan seperti Alor. Ia menambahkan, pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan pangan yang cukup dan bantuan yang menjadi haknya.
"Tidak boleh ada masyarakat yang merasa jauh dari perhatian pemerintah hanya karena berada di wilayah kepulauan atau pelosok. Hari ini kami datang langsung ke Alor untuk memastikan bantuan pangan benar-benar sampai dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Amran.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
.png)
4 hours ago
1

















































