Para pelayat membawa peti mati selama prosesi pemakaman untuk anggota pasukan keamanan dan warga sipil yang dilaporkan tewas dalam protes pada hari Ahad, di tengah gejolak anti-pemerintah yang terus berkembang, di Teheran, Iran, 11 Januari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengatakan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Iran yang tengah dibekap gelombang demonstrasi. Kemlu RI juga sudah menyiapkan rencana kontingensi guna mengantisipasi jika situasi memburuk.
"Mencermati perkembangan situasi di Iran, Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Tehran memantau secara seksama situasi keamanan dan kondisi WNI di Iran," ungkap Kemlu RI melalui keterangannya, Senin (12/1/2026).
Kemlu RI menerangkan, berdasarkan komunikasi KBRI Tehran dengan para WNI di berbagai wilayah di Iran, kota-kota simpul utama komunitas WNI, seperti Qom dan Isfahan, relatif tidak mengalami gangguan keamanan yang signifikan. Menurut Kemlu RI, WNI di Iran sebagian besar berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa di berbagai lembaga pendidikan di Iran, khususnya di Kota Qom.
"Berdasarkan asesmen KBRI dan dengan memperhatikan kondisi di lapangan per 12 Januari 2026 saat ini belum diperlukan evakuasi. Namun demikian persiapan mengantisipasi eskalasi situasi keamanan sesuai rencana kontigensi terus dilakukan," kata Kemlu RI.
Menurut Kemlu RI, KBRI Tehran telah mengimbau seluruh WNI di Iran agar selalu meningkatkan kewaspadaan, memantau perkembangan situasi melalui sumber informasi resmi, menghindari lokasi pusat-pusat demonstrasi dan kerumunan massa, serta menjaga komunikasi dengan KBRI Tehran. "Bagi WNI yang memiliki rencana perjalanan ke Iran, diimbau agar menunda perjalanan hingga situasi dan kondisi keamanan dinyatakan kondusif," ungkap Kemlu RI.
Kemlu RI mengungkapkan, dalam situasi darurat, WNI dapat segera menghubungi Hotline KBRI Tehran melalui nomor +98 9914668845 / +98 902 466 8889 atau Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri melalui nomor +62 812-9007-0027.
Saat ini Iran tengah menghadapi gelombang demonstrasi. Masyarakat di berbagai daerah di negara tersebut turun ke jalan untuk memprotes tingginya inflasi, depresiasi mata uang, dan memburuknya perekonomian. Menurut kelompok hak asasi manusia HRANA yang berbasis di AS, setidaknya 490 demonstran dan 48 personel keamanan tewas dalam bentrokan selama unjuk rasa berlangsung dua pekan terakhir.
.png)
3 hours ago
1












































