Warga Iran berkumpul di Lapangan Enqelab untuk menunjukkan dukungan kepada Pemimpin Tertinggi yang baru dilantik, Ayatollah Mojtaba Khamenei, di Teheran, Iran, 9 Maret 2026. Almarhum Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam operasi militer gabungan Israel dan AS di seluruh Iran pada dini hari tanggal 28 Februari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN --Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei, menyampaikan apresiasinya kepada para ulama Sunni di Provinsi Kurdistan. Di mana, para ulama itu memberi dukungan dan bersimpati atas wafatnya pemimpin Iran sebelumnya, Ayatollah Seyed Ali Khamenei.
Dalam pesan yang ditujukan kepada para ulama Sunni Kurdistan, Selasa (31/3/2026), Mojtaba berterima kasih atas ucapan belasungkawa mereka atas wafatnya Pemimpin Revolusi Islam Iran. Dia juga menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kebaikan mereka kepadanya.
“Para ulama terhormat di Provinsi Kurdistan, kami menghargai ungkapan simpati dan belasungkawa Anda atas gugurnya Pemimpin Revolusi Islam Iran, saya juga berterima kasih atas kebaikan Anda kepada saya,” bunyi pesan tersebut.
Ia juga mendoakan keberhasilan mereka yang berkelanjutan, seraya memohon kepada Tuhan agar menganugerahkan kemakmuran dan dukungan kepada mereka dalam mengabdi kepada Islam.
Ayatollah Seyed Ali Khamenei dilaporkan gugur dalam serangan teroris Amerika-Israel yang menargetkan kantornya pada 28 Februari 2026, hari pertama dari agresi yang sedang berlangsung terhadap Republik Islam Iran.
Untuk diketahui, Provinsi Kurdistan merupakan salah satu provinsi di Iran. Mayoritas masyarakat di provinsi ini adalah Islam berakidah Sunni. Sementara, mayoritas masyarakat Iran adalah penganut Muslim berakidah Syiah.
Sumber:
.png)
7 hours ago
4
















































