Proyek Jalan Tembus Pasar Minggu Bakal Dilanjut Usai Pembebasan Lahan Tuntas, Ini Targetnya

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mengungkapkan proyek pembangunan jalan sejajar rel Pasar Minggu di Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, karena pembebasan lahan belum tuntas. Karenanya, pembangunan fisik belum bisa dilanjutkan.

Kepala Dinas Bina Marga, Heru Suwondo, mengatakan pembebasan lahan untuk proyek itu telah berjalan sejak tahun lalu sejak penetapan lokasi (penlok) pada 2024. Namun, dari 118 bidang tanah yang mesti dibebaskan, baru sekitar setengahnya yang dibebaskan hingga akhir 2025.

"Memang dengan BPN ini sampai di akhir tahun kemarin kita masih terus berkomunikasi dengan BPN dan akhirnya bisa dibebaskan sekitar 48 persen," kata dia saat rapat kerja bersama Komisi D DPRD Provinsi Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Berdasarkan data dari Dinas Bina Marga, dari total 118 bidang tanah, hingga 2025 telah terealisasi pembebasan sebanyak 59 bidang tanah. Sementara itu, sebanyak 59 bidang tanah lainnya masih dalam proses. Dari jumlah tersebut, terdapat delapan bidang tanah yang merupakan aset pemerintah.

Heru mengatakan, proses pembebasan lahan itu masih terus berjalan di Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Selatan. Rencananya, sisa tanah yang belum dibebaskan akan dilakukan pada tahun ini. "Sisanya pembebasan itu dilanjutkan tahun ini. Jadi ini saat ini sedang berproses di BPN untuk melanjutkan pembebasan yang di Kemuning. Jadi untuk jalan tembus," kata dia.

Heru berharap, proses pembebasan lahan itu dapat dituntaskan pada pertengahan tahun ini. Apabila pembebasan lahan bisa rampung pada pertengahan tahun ini, Dinas Bina Marga bisa segera melakukan pembangunan fisik jalan. "Mudah-mudahan kalau di pertengahan tahun ini bisa bebas, kami fisik langsung jalan," kata Heru.

Ia menambahkan, apabila pembebasan lahan itu kembali molor, pembangunan fisik kemungkinan besar akan kembali tertunda. Namun, ia berharap agar pembebasan lahan bisa selesai pada tahun ini.

"Kalau pembebasannya ini molor lagi, ya mungkin hanya bisa dilakukan pembebasannya di tahun ini, fisiknya di tahun depan. Tapi kami berharap, pembebasan bisa dilaksanakan pertengahan tahun ini, sudah bisa pembayaran karena duitnya masih ada untuk yang di Pasar Minggu," ujar Heru.

Sebelumnya, Lurah Pejaten Timur, Supriyanto, mengatakan hampir tidak ada penolakan dari warga terkait pembebasan lahan. Menurut dia, kendala proyek pembangunan jalan sejajar rel Pasar Minggu adalah anggaran.

"Untuk penolakan dari hampir warga tidak ada, memang sempat terkendala dulu karena ada wabah Covid-19 dan anggaran di Dinas Bina Marga yang terbatas jadi dilaksanakan bertahap," kata dia.

Ia menambahkan, warga berharap proses pembayaran pembebasan lahan dapat segera dilakukan. Pasalnya, warga yang terdampak juga membutuhkan kepastian mengenai nasibnya ke depan. Mengingat, saat ini terdapat rumah warga yang digunakan sebagai tempat usaha jualan.

"Warga berharapnya dapat dilaksanakan pembayaran agar mereka ada kepastian dan dapat mendapatkan kembali rumah yang layak dan sehat serta lokasi usaha, karema saat ini ada yang digunakan sebagai usaha dagang. Walaupun agak jauh dari lokasi semula di Pejaten Timur," ujar dia.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |