Program Gentengisasi Dimulai, UMKM Jatiwangi Terima Pesanan Rp 3 Miliar

6 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA — Pemerintah memulai program gentengisasi sebagai bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong penggunaan produk UMKM dalam pembangunan perumahan rakyat. Program tersebut ditandai dengan pembelian genteng dari sentra UMKM Genteng Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.

Sebagai langkah awal, sebanyak 14 truk genteng dilepas langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dari sentra produksi genteng Jatiwangi pada Rabu (11/3/2026) malam. Total pemesanan genteng yang diumumkan dalam kegiatan tersebut mencapai 24 truk, yang berasal dari berbagai program pemerintah dan pengembang perumahan.

Adapun total komitmen transaksi mencapai sekitar Rp 3 miliar yang berasal dari program pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten.

Maruarar mengatakan program gentengisasi merupakan implementasi dari arahan Presiden Prabowo agar pembangunan perumahan rakyat tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik rumah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan pelaku UMKM. “Ini adalah kebijakan Presiden Prabowo. Negara hadir bukan hanya membangun rumah, tetapi juga memastikan pembangunan itu memberi manfaat bagi rakyat kecil dan UMKM kita,” ujar Maruarar.

Maruarar menambahkan UMKM harus menjaga kualitas produknya agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Tidak hanya di Majalengka, ia juga mendorong semua UMKM penghasil genteng untuk turut berkontribusi dalam program pemerintah.

“UMKM harus memiliki daya saing tinggi dengan menjaga kualitas dan membuat standar sesuai SNI,” tegasnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengungkapkan pada tahap awal tahun ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan program perbaikan rumah sebanyak 250 unit. “Untuk tahap pertama tahun ini ada 250 unit rumah yang akan diperbaiki. Dengan kebutuhan genteng sekitar Rp 2 juta per rumah, maka potensi belanja genteng mencapai sekitar Rp 500 juta,” ujar Herman.

Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan Pemerintah Kabupaten Majalengka juga mengalokasikan program perbaikan rumah tidak layak huni yang diperkirakan akan menyerap genteng dari pengusaha lokal. “Tahun 2026 kami akan melaksanakan program perbaikan rumah tidak layak huni sebanyak 1.715 unit dan diperkirakan belanja untuk kebutuhan genteng mencapai sekitar Rp 1,5 miliar,” kata Eman.

Selain itu, melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat, direncanakan sebanyak 900 rumah di Kabupaten Majalengka akan diperbaiki dengan potensi kebutuhan genteng mencapai sekitar Rp 1 miliar. Dengan demikian, total komitmen pembelian genteng dari berbagai program tersebut mencapai sekitar Rp 3 miliar dari sentra produk UMKM genteng di Jatiwangi.

Dalam kegiatan tersebut, Menteri PKP juga menyampaikan komitmen pribadi untuk memesan tambahan 10 truk genteng yang akan digunakan untuk kebutuhan rumah prajurit TNI. Dengan tambahan tersebut, total pemesanan genteng yang diumumkan dalam kegiatan itu mencapai 24 truk, dengan 14 truk telah dilepas untuk dikirim ke berbagai proyek pembangunan perumahan.

Salah satu pelaku usaha genteng di Jatiwangi, Riswan, mengungkapkan bahwa program pemerintah ini memberikan semangat baru bagi para pengrajin yang sempat menghadapi masa sulit dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, dukungan pemerintah membuat industri genteng di Jatiwangi kembali menggeliat dan membuka peluang pasar yang lebih luas.

“Semoga program ini dapat terus berlanjut sehingga produk genteng Jatiwangi tidak hanya digunakan di daerah sendiri, tetapi juga dapat dipasarkan ke seluruh Indonesia,” tuturnya.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |