Permintaan China Rp120 Triliun, Durian RI Siap Kebagian Besar

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Permintaan durian di pasar global terus melonjak, dengan China muncul sebagai salah satu konsumen terbesar. Nilai kebutuhan Negeri Tirai Bambu terhadap komoditas ini bahkan ditaksir mencapai Rp120 triliun per tahun, membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperluas ekspor dan memperkuat posisinya di pasar internasional.

Peluang tersebut mulai terlihat nyata dari kawasan transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyebut potensi ekspor durian dari wilayah ini bisa menembus lebih dari Rp1 triliun dalam setahun.

“Dalam ukuran waktu tiga bulan saja bisa mencapai Rp400 miliar. Artinya dalam satu tahun bisa lebih dari Rp1 triliun diekspor ke China,” ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Optimisme tersebut diperkuat oleh langkah pemerintah yang terus mendorong konektivitas dan infrastruktur di kawasan produksi. Dengan dukungan logistik yang memadai, komoditas dari daerah seperti Parigi Moutong tidak lagi terisolasi, melainkan dapat langsung terhubung ke pasar global.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyatakan pihaknya akan segera meninjau langsung proses ekspor durian dalam skala besar ke China. Ekspor tahap awal diperkirakan mencapai puluhan ribu ton dengan nilai sekitar Rp42 miliar.

Ia menegaskan bahwa kawasan Parigi Moutong memiliki salah satu kebun durian terbesar, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di tingkat global. Potensi ini menjadi bukti bahwa kawasan transmigrasi mampu berkembang menjadi pusat ekonomi baru berbasis komoditas unggulan.

Langkah konkret juga telah dilakukan melalui komunikasi bilateral. Pada 13 April lalu, Menteri Transmigrasi bertemu dengan Duta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong, guna membahas peluang kerja sama ekspor durian. China disebut berpotensi menjadi offtaker utama bagi produk durian Indonesia.

Skema ekspor akan dimulai dari durian beku, sebelum dikembangkan ke durian segar yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan permintaan yang lebih besar di pasar China. Strategi ini dinilai realistis untuk menjaga kualitas produk sekaligus memenuhi standar pasar internasional.

Data Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mencatat produksi durian di Kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya mencapai 903,9 ton per tahun. Angka ini diyakini masih bisa terus meningkat seiring penguatan ekosistem pertanian dan investasi di sektor hortikultura.

Namun, di balik peluang besar tersebut, tantangan tetap membayangi. Standar kualitas, konsistensi pasokan, hingga sertifikasi produk menjadi prasyarat utama untuk menembus pasar China yang dikenal sangat kompetitif. Tanpa kesiapan tersebut, peluang besar bisa berubah menjadi potensi yang tidak tergarap optimal.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |