Versi Layar Lebar Keluarga Suami Adalah Hama Janjikan Konflik Lebih Mendalam

2 hours ago 1

Artis pemeran film Keluarga Suami Adalah Hama, Omar Daniel dan Jeremie Moeremans saat berkunjung ke Republika, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktor Omar Daniel akan membintangi film drama Keluarga Suami Adalah Hama arahan Anggy Umbara. Menurut Omar, versi film layar lebar ini akan menawarkan sesuatu yang berbeda dari versi film pendek karya Aditya Santana yang sempat populer di platform Noice.

Omar mengatakan meski benang merah cerita masih dipertahankan, versi layar lebar akan menghadirkan lapisan emosi dan konflik yang lebih mendalam. "Versi film ini lebih dijabarkan, lebih detail, dan dikembangkan. Pemainnya juga berbeda, jadi dijamin yang sudah nonton versi sebelumnya tetap bisa menikmati karena film ini punya warna sendiri," kata Omar saat diwawancara di kantor Republika, Jakarta Selatan, Rabu (15/4/2026).

Omar juga menceritakan mengenai karakter yang dia perankan yaitu Damar. Tokoh ini digambarkan sebagai pria yang menghadapi persoalan kompleks yaitu di satu sisi ingin membahagiakan istrinya, namun di sisi lain harus tetap berbakti kepada ibu.

Selain itu, Damar juga memikul tanggung jawab sebagai kakak untuk membantu kebutuhan finansial adik-adiknya. "Jadi aku ngerasa, Damar ini tuh sebenarnya sandwich generation versi laki-laki. Dia itu pengen ngebahagian istri, tapi juga pengen bakti ke ibu dan bantu adik-adiknya juga. Berat sih ya," kata Omar.

Omar meyakini film Keluarga Suami Adalah Hama bisa terhubung dengan masyarakat Indonesia. Karena menurut dia, cerita yang diangkat merepresentasikan masalah keluarga yang kerap terjadi di masyarakat.

"Kalau lihat judulnya mungkin kedengaran agak ekstrem gitu ya. Tapi sebetulnya kalau udah nonton full, akan tahu maknanya. Karena aku kira, masalah kayak gini tuh deket kok sama banyak dari kita," kata Omar.

Meski belum menikah, Omar mengaku tidak mengalami kesulitan mendalami peran tersebut. Menurutnya, untuk memahami karakter seperti Damar tidak harus melalui pengalaman pribadi.

"Sebenernya kita nggak perlu merasakan langsung untuk tahu gimana rasanya jadi Damar," kata Omar.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |