REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Transformasi digital mulai merambah sektor perkeretaapian nasional. PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggandeng Huawei dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) untuk mengadopsi teknologi 5G dan kecerdasan buatan (AI). Bagi penumpang, kolaborasi ini menjanjikan perjalanan yang lebih aman, efisien, dan nyaman.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang digelar di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu. CEO KAI Bobby Rasyidin menyebut langkah ini sebagai awal lompatan besar dalam pengembangan sistem transportasi berbasis teknologi di Indonesia.
“Mudah-mudahan ini menjadi titik awal untuk membuat lompatan besar ke depan,” ujar Bobby.
Salah satu dampak paling terasa bagi penumpang adalah peningkatan keselamatan perjalanan. Melalui penerapan jaringan 5G berbasis sistem komunikasi kereta masa depan (FRMCS), operasional kereta dapat dipantau secara real-time. Hal ini memungkinkan pengaturan perjalanan yang lebih presisi, termasuk dalam mengurangi potensi kecelakaan di perlintasan sebidang.
Tak hanya itu, teknologi AI juga akan digunakan untuk mendeteksi gangguan pada kereta, khususnya gerbong barang. Dengan analisis video berbasis kecerdasan buatan, sistem dapat memberikan peringatan otomatis jika terjadi potensi masalah. Dampaknya, proses inspeksi menjadi lebih cepat dan akurat dibandingkan metode manual.
“Di industri transportasi, keselamatan tidak boleh ada toleransi sama sekali,” kata Bobby menegaskan.
Bagi pengguna jasa, integrasi teknologi ini juga berpotensi menghadirkan layanan yang lebih tepat waktu. Sistem berbasis AI memungkinkan pemeliharaan prediktif, sehingga gangguan teknis dapat diantisipasi sebelum berdampak pada operasional perjalanan.
Selain itu, kerja sama ini mencakup penguatan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (ICT), termasuk jaringan backbone, konektivitas nirkabel di stasiun dan depo, serta solusi berbasis cloud. Infrastruktur ini menjadi fondasi bagi pengembangan layanan digital yang lebih luas di masa depan.
Sebagai tahap awal, implementasi teknologi 5G akan diuji coba pada jalur Rangkasbitung–Tanah Abang. Proyek percontohan ini difokuskan pada peningkatan keselamatan dan efisiensi perjalanan, sebelum nantinya diperluas ke jaringan yang lebih luas.
sumber : Antara
.png)
4 hours ago
2















































