Penggunaan media sosial (ilustrasi).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital soal Peraturan Pemerintah (PP) Tunas menuai apresiasi. Regulasi ini dinilai penting untuk menciptakan ruang digital yang aman dan sehat bagi generasi muda.
Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor menyatakan dukungan terhadap kebijakan tersebut karena dinilai menjawab tantangan meningkatnya paparan konten negatif di ruang siber.
Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin mengatakan, arus digitalisasi membawa peluang sekaligus tantangan yang perlu dikelola secara bijak.
“PP Tunas adalah bentuk kehadiran negara dalam memastikan bahwa ruang digital tidak menjadi ruang liar yang membahayakan masa depan generasi muda. Ini bukan sekadar regulasi, tetapi investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia,” kata Addin dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Addin menjelaskan, tantangan generasi muda tidak hanya terkait akses informasi, tetapi juga kemampuan menyaring dan memanfaatkannya secara bertanggung jawab. Tanpa regulasi yang memadai, ruang digital berpotensi menjadi medium penyebaran disinformasi, konten berbahaya, hingga eksploitasi anak.
GP Ansor menilai PP Tunas memuat sejumlah aspek penting, antara lain perlindungan anak dari paparan kekerasan, pornografi, dan eksploitasi, serta penguatan literasi digital masyarakat.
Kebijakan ini juga mendorong tanggung jawab platform digital dalam menjaga ekosistem sosial, sekaligus menyeimbangkan kebebasan berekspresi dengan etika dan kepentingan publik.
Addin mengatakan, GP Ansor siap terlibat dalam implementasi kebijakan melalui kaderisasi, literasi digital, dan gerakan sosial di tingkat akar rumput.
“GP Ansor siap menjadi mitra strategis pemerintah agar PP Tunas tidak berhenti di atas kertas. Kami akan menggerakkan kader di seluruh Indonesia untuk menjadi agen literasi digital dan penjaga moral di ruang siber,” kata Addin.
GP Ansor juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan sektor swasta di tengah tantangan disrupsi teknologi dan polarisasi sosial.
Organisasi ini mengajak seluruh elemen masyarakat memanfaatkan momentum kebijakan tersebut untuk membentuk generasi yang tidak hanya cakap digital, tetapi juga berintegritas.
.png)
3 hours ago
3
















































