REPUBLIKA.CO.ID,LONDON -- Analisa terbaru menunjukkan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan perang Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran. Perang ini menghabiskan “jatah emisi karbon global” (carbon budget) dengan sangat cepat.
Emisi yang dihasilkan dari perang ini lebih besar dibandingkan total emisi gabungan 84 negara (biasanya negara-negara kecil dengan emisi rendah) dalam periode yang sama.
Pesawat tempur, drone, dan rudal tidak hanya menewaskan ribuan orang dan menghancurkan infrastruktur. Tapi juga menghancurkan lingkungan Timur Tengah.
Analisa pertama mengenai dampak perang AS-Iran terhadap iklim itu menemumkan konflik itu menghasilkan 5 juta ton emisi gas rumah kaca di 14 hari pertamanya saja. Media Inggris, the Guardian mengungkapkan analisa ini menunjukkan dampak menghancurkan serangan terhadap infrastruktur bahan bakar fosil, pangkalan militer, pemukiman sipil dan kapal-kapal di laut.
"Setiap serangan rudal, menambah panas dan ketidakseimbangan bumi dan tidak satu pun serangan yang membuat siapa pun menjadi lebih aman," kata direktur penelitian Climate and Community Institute Patrick Bigger seperti dikutip the Guardian, Sabtu (21/3/2025).
Bigger yang merupakan penulis utama analisa itu menegaskan setiap kebakaran kilang dan serangan ke kapal tanker menunjukkan geopolitik yang ditenagai bahan bakar fosil tidak cocok dengan planet yang dapat dihuni.
"Perang ini kembali menunjukkan, cara tercepat untuk memperburuk krisis iklim adalah membiarkan kepentingan bahan bakar fosil mendikte kebijakan luar negeri," katanya.
Poros AS-Israel mengklaim telah membom ribuan target di dalam Iran, dan Israel telah menyerang ratusan target lainnya di Lebanon. Laporan dari dua negara menunjukkan kerusakan infrastruktur yang luas.
Emisi terbesar berasal dari serangan terhadap berbagai jenis bangunan. Organisasi kemanusiaan, Bulan Sabit Iran mencatat sekitar 20 ribu bangunan sipil rusak selama konflik.
Analisa Bigger dan rekan-rekannya memperkirakan total emisi dari sektor itu mencapai 2,4 juta ton karbon dioksida ekuivalen. Bahan bakar menjadi kontributor emisi terbesar kedua.
Pesawat-pesawat bomber AS terbang jarak jauh dari barat Inggris hingga menggelar serangan ke Iran. Analisa memperkirakan pesawat-pesawat dan kendaraan tempur pendukung menghabiskan 150 juta atau 270 juta liter bahan bakar di 14 hari pertama perang dengan total 529 ribu ton karbon dioksida ekuivalen.
Gambaran yang paling mengejutkan dari perang ini adalah asap gelap dan hujan berwarna hitam yang menyelimuti langit Teheran setelah Israel membom empat depot bahan bakar di sekitar kota itu. Membakar jutaan liter bahan bakar.
Bigger dan rekan-rekannya memperkirakan sekitar 2,5 juta sampai 5,9 juta barel minyak terbakar dalam serangan tersebut dan serangan-serangan serupa termasuk serangan balasan Iran ke negara-negara tetangganya di Teluk. Serangan-serangan ini diperkirakan menghasilkan 1,88 juta ton karbon dioksida ekuivalen.
.png)
4 hours ago
4















































