China Berang AS Bajak Kapal Kargo Iran dan Sebut Situasi di Selat Hormuz pada Tahap Kritis

2 hours ago 1

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING - Kementerian Luar Negeri China mengecam tindakan Amerika Serikat (AS) yang menyita kapal kargo Iran di dekat Selat Hormuz. China mengingatkan, langkah AS tersebut berpotensi memicu ketegangan lebih lanjut di Timur Tengah.

"Situasi di Selat Hormuz saat ini sangat rapuh dan kompleks. Kami prihatin atas tindakan penyergapan paksa yang dilakukan AS terhadap kapal tersebut," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Senin (20/4/2026).

Presiden AS Donald Trump, Ahad (19/4/2026) mengatakan telah menyita paksa satu kapal kargo Touska berbendera Iran di Teluk Oman yang mencoba menghindari blokade Angkatan Laut AS. Trump mengeklaim telah melumpuhkan sistem navigasinya dan menaiki kapal tersebut dengan pasukan komando bersenjata.

"Kami berharap pihak-pihak terkait dapat menghormati kesepakatan gencatan senjata secara bertanggung jawab, menghindari tindakan yang memperburuk sengketa dan meningkatkan ketegangan, serta menciptakan kondisi yang diperlukan demi pemulihan kelancaran lalu lintas pelayaran melalui Selat tersebut," kata Guo Jiakun.

Menjamin kelancaran lalu lintas pelayaran tanpa hambatan melalui Selat Hormuz, kata Guo Jiakun, merupakan kepentingan bersama bagi negara-negara di kawasan maupun komunitas internasional.

"Situasi regional saat ini berada pada tahap kritis, yakni penentuan apakah konflik yang terjadi dapat diakhiri atau tidak. Setelah jendela peluang menuju perdamaian terbuka, situasi kondusif perlu diciptakan guna mengakhiri konflik tersebut sesegera mungkin," ungkap Guo Jiakun.

China, menurut Guo Jiakun, mendukung pihak-pihak terkait untuk menjaga momentum gencatan senjata dan negosiasi, bertindak sesuai dengan semangat empat poin usulan Presiden Xi Jinping, terus mendorong deeskalasi, serta memainkan peran konstruktif demi mewujudkan perdamaian dan stabilitas yang tahan lama di kawasan Timur Tengah.

"Kami berharap agar semua pihak dapat bekerja sama mencegah situasi ini agar tidak semakin memburuk. Kami juga siap bekerja sama dengan komunitas internasional untuk terus memberikan kontribusi yang semestinya demi tercapainya deeskalasi," tambah Guo Jiakun.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |