REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Suasana duka menyelimuti Kampung Kampung Cikendal, RT 01/04, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat menyusul gugurnya Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dalam misi perdamaian di Lebanon pada Senin (30/3/2026) waktu setempat. Kapten Zulmi gugur usai terkena ledakan saat pengawalan konvoi kendaraan patroli.
Insiden tersebut terjadi pada saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post_m (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.
Pantauan Republika pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 08.30 WIB, di rumah kediaman orang tua Kapten Zulmi itu sudah dipasangi tenda dan deretan kursi untuk menyambut pelayat yang terus berdatangan. Tampak para pelayat yang berdatangan merupakan para kerabat almarhum.
Karangan bunga ucapan duka juga memenuhi jalan di sekitar rumah duka. Di antaranya kiriman dari Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono dan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, Annis Mata dan Arrmanatha Nasir, Sekretaris Kabinet Prasetyo Hadi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Wali Kota Cimahi Ngatiyana dan masih banyak lainnya.
Kakak sepupu almarhum Kapten Zulmi, Risman Efendi mengatakan, pihak keluarga menerima informasi gugurnya Kapten Zulmi pada Senin (30/3/2026) sore. Namun saat itu, mereka belum berani memastikan kabar tersebut. Sampai akhirnya kepastian gugurnya Kapten Zulmi pada Selasa sekitar pukul 16.00 WIB.
"Ya benar, adik kami Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar meninggal di Lebanon. Informasi kemarin sebetulnya, cuma belum berani memastikan, karena memang belum ada kepastian. Nah tadi sekitar jam 4 sore, dapat update adik kami benar yang gugur di Lebanon. Mudah-mudahan almarhum diterima di sisi Allah SWT," ujar Risman di lokasi.
Namun pihak keluarga hingga masih menunggu kepulangan prajurit TNI yang gugur di usia 33 tahun itu. Kapten Inf Zulmi merupakan Satuan Tugas (Satgas) Kontingen Garuda (KONGA) XVIII-S untuk misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) kelahiran 10 Maret 1993.
"Jenazahnya masih di sana (Lebanon). Kita masih menunggu kepulangan ke Indonesia. Mudah-mudahan segera bisa dipulangkan," kata dia. Kapten Zulmi sendiri tercatat sebagai prajurit TNI yang berdinas di Grup 2 Kopassus/Para Komando. Sementara alamarhum bertugas sebagai bagian dari Satgas TNI Konga XXIII-S Unifil sejak setahun belakangan.
"Dinasnya di Solo, Grup 2 Kopassus, adik kami ini mulai dinas tahun 2015. Setahun ini dinas di Lebanon," kata Risman.
.png)
7 hours ago
3

















































