Naskah Khutbah Jumat: Menata Ketaqwaan, Hasil Didikan Ramadhan

10 hours ago 2

Jamaah membaca Alquran saat malam Itikaf di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Pada 10 hari terakhir bulan suci Ramadhan, sejumlah umat muslim melakukan itikaf atau menetap di dalam masjid untuk menjemput malam lailatul qadar dengan memperbanyak ibadah dan membaca Alquran.

REPUBLIKA.CO.ID, 

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ إِلٰهًا وَاحِدًا، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا نَبِيًّا وَرَسُولًا. الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَىٰ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ اتَّبَعَ الْهُدَىٰ. أَمَّا بَعْدُ.

فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ أُوصِينِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. وَقَالَ اللَّهُ تَعَالَىٰ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ، وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ

Hadirin jamaah Jumat Rahimakumullah!

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang istiqamah dalam iman dan amal saleh.

Alhamdulillah, kita telah melalui bulan Ramadhan dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Namun, Ramadan bukanlah akhir dari ketaqwaan, melainkan awal dari perjalanan menuju kesempurnaan iman. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ

“Sesungguhnya amal itu tergantung pada penutupnya”. (HR. Bukhari)

Karena itu, jangan sampai amalan kita di bulan Ramadan berhenti begitu saja. Ada beberapa amal yang perlu kita lanjutkan dan pertahankan setelah Ramadan, diantaranya:

Pertama; Puasa enam hari di bulan Syawal. Puasa ini erat kaitannya dengan kelanjutan puasa Ramadhan karena Rasulullah SAW pernah bersabda

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan, lalu diikuti enam hari Syawal, maka seperti puasa setahun penuh. “(HR. Muslim)

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |