REPUBLIKA.CO.ID, DAVOS — Presiden World Economic Forum (WEF) Borge Brende mengumumkan pengunduran dirinya setelah lebih dari delapan tahun memimpin organisasi tersebut, Kamis (27/2/2026). Keputusan itu disampaikan di tengah sorotan terhadap relasinya dengan mendiang finansier Amerika Serikat, Jeffrey Epstein.
Brende, mantan menteri luar negeri Norwegia, sebelumnya menyatakan penyesalannya karena tidak melakukan penelusuran yang lebih mendalam terkait Epstein. Nama sejumlah tokoh dunia muncul dalam dokumen yang berkaitan dengan Epstein, meski pencantuman nama tersebut tidak serta-merta menunjukkan keterlibatan dalam tindak pidana. Brende sendiri tidak pernah dituduh melakukan pelanggaran hukum.
Dalam pernyataan tertulis pada Kamis waktu setempat, Brende mengatakan keputusan mundur diambil setelah melalui “pertimbangan yang matang”.
“Saya meyakini saat ini adalah momentum yang tepat bagi Forum untuk melanjutkan kerja-kerja pentingnya tanpa distraksi,” ujarnya, seperti dikutip dari BBC dan Aljazeera.
WEF dikenal luas sebagai penyelenggara pertemuan tahunan di Davos, Swiss, yang mempertemukan para pemimpin politik, pelaku bisnis, akademisi, dan pemangku kepentingan global. Forum tersebut kerap menjadi ruang dialog isu-isu strategis dunia, mulai dari ekonomi global, perubahan iklim, transformasi digital, hingga stabilitas geopolitik.
Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri menghadiri WEF pada Januari lalu. Di forum itu, Presiden sempat berpidato memaparkan kebijakan pemerintah Indonesia. Selain itu, sejumlah menteri juga ikut memaparkan program unggulan pemerintah.
Epstein sendiri pada 2008 divonis bersalah karena merekrut anak di bawah umur untuk praktik prostitusi dan kemudian terdaftar sebagai pelaku kejahatan seksual. Kasusnya kembali mencuat beberapa tahun terakhir setelah berbagai dokumen hukum dibuka ke publik.
Dalam pernyataan terpisah, para ketua bersama WEF, Andre Hoffmann dan Larry Fink, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Brende selama memimpin organisasi tersebut. Keduanya menyatakan menghormati keputusan pengunduran diri tersebut.
WEF juga mengumumkan bahwa Alois Zwinggi akan menjabat sebagai presiden dan CEO sementara. Dewan pengawas organisasi akan memimpin proses pencarian kandidat pengganti permanen.
Zwinggi sebelumnya menjabat sebagai direktur pelaksana dalam badan eksekutif WEF.
Pengunduran diri ini menandai babak baru bagi WEF di tengah dinamika global yang semakin kompleks, sekaligus menjadi ujian bagi forum tersebut dalam menjaga kredibilitas dan fokus pada mandat utamanya sebagai ruang dialog ekonomi dan tata kelola global.
Artikel ini dibuat dengan bantuan akal imitasi dan sudah melewati proses penyuntingan redaksi.
sumber : ANTARA
.png)
5 days ago
14















































