MUI: Dukungan Indonesia untuk Palestina Sudah Berlangsung Selama Satu Abad

7 hours ago 4

Sebuah keluarga Palestina berlari keluar rumah menuju jalanan setelah serangan udara Israel di bagian selatan Kota Gaza pada 12 Juli 2026. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 14 warga Palestina terluka dalam serangan tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan dukungan bangsa Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina bukanlah sikap yang baru muncul dalam beberapa dekade terakhir. Dukungan tersebut telah mengakar sejak sekitar satu abad lalu dan menjadi bagian dari sejarah panjang hubungan Indonesia dengan Palestina.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI) MUI Bunyan Saptomo saat mewakili Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof. Sudarnoto Abdul Hakim pada pembukaan Global Coalition for Al-Quds & Palestine (GCQP) di Istanbul, Turki, Jumat (17/7/2026).

Prof. Sudarnoto berhalangan hadir karena sedang memenuhi undangan Raja Arab Saudi di Tanah Suci.

"Dukungan bangsa Indonesia pada perjuangan bangsa Palestina telah berlangsung sejak 100 tahun yang lalu atau satu abad," ujar Bunyan dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Sabtu (18/7/2026).

Menurut Bunyan, sejarah mencatat hubungan emosional dan solidaritas Indonesia terhadap Palestina telah terjalin sejak era 1920-an. Pada masa itu, sejumlah pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di Mesir aktif dalam gerakan kemerdekaan dunia Islam, termasuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan Palestina.

Salah satu tokoh yang disebut memiliki peran penting adalah Prof. Abdul Kahar Muzakir. Saat belajar di Mesir, Abdul Kahar Muzakir aktif dalam gerakan kemerdekaan dan menghadiri Konferensi Dunia Islam di Yerusalem pada 1931.

Selain itu, Bunyan mengungkapkan sejumlah pemuda Indonesia juga tercatat gugur sebagai syuhada dalam perjuangan rakyat Palestina melawan penjajahan Inggris pada dekade 1930-an.

Ia menilai sejarah panjang kerja sama tersebut menjadi salah satu alasan kuat mengapa para pemimpin Palestina dan dunia Arab memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia setelah Proklamasi 17 Agustus 1945.

"Dengan adanya kerja sama yang telah berlangsung lama tersebut, tidak mengherankan bila Mufti Besar Palestina dan para pemimpin dunia Arab mendukung serta mengakui kemerdekaan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada 1945," ucapnya.

Dalam forum yang dihadiri sekitar 300 peserta dari 30 negara itu, Bunyan juga memperkenalkan delegasi Indonesia yang hadir. Selain MUI, Indonesia juga diwakili sejumlah lembaga filantropi yang aktif mendukung perjuangan Palestina, yakni Rumah Zakat, Qudwah, Adara, dan Smart 171. Hadir pula pengurus eksekutif Koalisi Asia Pasifik untuk Al-Quds dan Palestina (Asia Pacific Coalition for Al-Quds & Palestine/APCQP).

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |