LRT Jabodebek Hadirkan Layar Interaktif di Tujuh Stasiun, Aduan Kini Real-Time

6 days ago 10

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan inovasi layanan berbasis digital melalui implementasi Layar Interaktif di tujuh stasiun LRT Jabodebek. Fasilitas ini menjadi bagian dari penguatan sistem pelayanan berbasis teknologi guna mempermudah akses informasi bagi pengguna.

Layar Interaktif tersebut menyediakan tiga fitur utama, yakni survei kepuasan pelanggan dengan metode rating bintang atau emotikon, peta interaktif untuk membantu menemukan fasilitas dan rute perjalanan, serta layanan pengaduan digital yang terintegrasi secara real-time.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan bahwa kehadiran fasilitas ini merupakan bagian dari transformasi pelayanan berbasis teknologi yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar penyediaan perangkat, tetapi membangun sistem layanan yang terintegrasi dan berbasis data.

“Transformasi digital bukan sekadar menghadirkan perangkat, tetapi membangun sistem yang terintegrasi dan berbasis data. Dengan Layar Interaktif, KAI dapat memantau penilaian layanan secara langsung, menerima aduan secara real-time, serta memastikan tindak lanjut yang lebih terstruktur. Ini bagian dari komitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang modern, transparan, dan responsif,” ujar Radhitya.

Ia menambahkan, sistem tersebut tidak hanya menampilkan denah fasilitas di dalam stasiun, tetapi juga peta area luar stasiun, termasuk akses jalan serta konektivitas dengan moda transportasi lain. Dengan demikian, pelanggan dapat memperoleh informasi perjalanan secara lebih komprehensif melalui satu perangkat.

Pada fitur pengaduan, setiap laporan yang disampaikan akan tercatat dalam sistem dan pengguna akan memperoleh nomor laporan sebagai referensi untuk tindak lanjut. Mekanisme ini diharapkan meningkatkan transparansi serta akuntabilitas penanganan keluhan.

Untuk memastikan implementasi berjalan optimal, petugas frontliner telah mendapatkan pelatihan khusus guna mendukung transisi menuju layanan berbasis digital sekaligus mengedukasi pelanggan dalam pemanfaatannya.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari komitmen KAI dalam memperkuat tata kelola perusahaan berbasis teknologi serta menghadirkan layanan transportasi publik yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat urban.

“Ke depan, integrasi data layanan akan terus dikembangkan guna mendukung sistem transportasi publik yang semakin efisien dan berbasis teknologi,” tutur Radhitya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |