Detik-Detik Lolosnya Kapal Tangker China dari Selat Hormuz di Bawah Ancaman Militer AS

2 hours ago 2

Sebuah kapal terlihat berlabuh di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab, menyusul penutupan Selat Hormuz oleh Iran , 1 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Scott Bessent, menegaskan, Washington akan memblokade kapal-kapal tanker China yang membawa minyak dari Iran di Selat Hormuz. Langkah tegas ini diambil sebagai bagian dari upaya AS untuk menekan pendapatan energi Teheran.

"Mereka (China) tidak akan bisa mendapatkan minyak (dari Iran). Mereka bisa mendapatkan minyak dari sumber lain, tapi bukan minyak Iran," ujar Bessent kepada wartawan di Washington DC, Selasa (14/4/2026) dilansir dari Al Jazeera.

Bessent melontarkan kritik tajam terhadap China, yang merupakan pembeli utama minyak Iran. Ia menyebut Beijing sebagai "mitra global yang tidak dapat diandalkan," termasuk dalam hal penimbunan pasokan minyak dan pembatasan ekspor sejumlah barang.

Meskipun telah membicarakan isu ini dengan pejabat China, Bessent menolak menjawab apakah perselisihan ini akan mengganggu rencana kunjungan Presiden Donald Trump ke Beijing pada pertengahan Mei mendatang.

"Saya pikir pesan utama untuk kunjungan tersebut adalah stabilitas. Kita telah memiliki stabilitas yang baik dalam hubungan ini sejak musim panas lalu; hal itu bermuara dari pimpinan tertinggi. Saya yakin komunikasi adalah kuncinya," tambah Bessent.

Berhasil lolos dari ancaman

Sebuah kapal tanker yang terkait dengan China yang berada di bawah sanksi Amerika Serikat dilaporkan melintasi Selat Hormuz menuju Teluk Oman meskipun ada blokade dari Washington, menurut laporan Bloomberg pada Selasa.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) memulai blokade di Selat Hormuz pada Senin malam, sebagai pelaksanaan perintah Presiden AS Donald Trump setelah gagalnya perundingan antara Washington dan Teheran.

Menurut laporan, kapal tersebut berhasil melewati selat yang dilalui kapal-kapal pembawa 20 persen energi dunia setelah upaya kedua. Upaya pertama dihentikan ketika blokade AS mulai berlaku pada Senin, sehingga kapal terpaksa berbalik arah. Namun, beberapa jam kemudian kapal tersebut kembali mencoba melintas.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |