PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membukukan laba bersih mencapai Rp 57,13 triliun sepanjang 2025. (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membukukan laba bersih mencapai Rp 57,13 triliun sepanjang 2025. Capaian tersebut menurun 5,3 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 60,30 triliun.
“Perbaikan fundamental BRI berdampak positif terhadap capaian laba. Hingga akhir kuartal IV 2025, BRI mencetak laba bersih Rp 57,13 triliun,” kata Direktur Utama PT BRI Hery Gunardi dalam konferensi pers “Capaian Kinerja BRI pada Kuartal II 2025” yang digelar secara virtual, Kamis (26/2/2026).
BBRI mencatat pendapatan bunga konsolidasi mencapai Rp 207,78 triliun, meningkat 4,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 199,26 triliun. Sementara itu, beban bunga konsolidasi tercatat sebesar Rp 57,28 triliun, naik 1,2 persen (yoy) dari angka tahun sebelumnya Rp 56,6 triliun.
Dengan demikian, pendapatan bunga bersih BBRI sepanjang 2025 mencapai Rp 150,49 triliun, meningkat 5,5 persen dibandingkan 2024 sebesar Rp 142,65 triliun. Ditambah pendapatan jasa asuransi, total pendapatan bunga bersih dan jasa asuransi bersih BRI mencapai Rp 151,79 triliun atau naik 5,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 143,82 triliun.
BRI mencatat jumlah aset perseroan hingga akhir 2025 tumbuh 7,1 persen (yoy) menjadi Rp 2.135,37 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7,4 persen (yoy) menjadi Rp 1.467 triliun, didorong dana murah (current account saving account/CASA) yang terus menguat.
Porsi dana murah yang terus meningkat memberi dampak positif terhadap cost of fund. Cost of fund DPK tercatat 2,9 persen, membaik dibandingkan periode yang sama pada 2024 sebesar 3,1 persen.
.png)
6 days ago
10















































