Kasusnya Makin Melonjak, Ini Upaya Kemenkes Menanggulangi Penyakit DBD

1 month ago 23

Syifa Fauziah , Jurnalis-Jum'at, 22 November 2024 |19:36 WIB

Kasusnya Makin Melonjak, Ini Upaya Kemenkes Menanggulangi Penyakit DBD

Nyamuk Demam Bedarah

Demam berdarah dengue (DBD) salah satu masalah kesehatan dengan beban penyakit cukup tinggi di Indonesia. Menurut data dari Kemenkes tahun 2024, jumlah kumulatif kasus dengue di Indonesia sampai dengan minggu ke-45 adalah 217.019 kasus.

Incidence Rate (IR) sekitar 77,55/100.000 penduduk, dan terdapat 1.255 kematian dengan Case Fatality Rate (CFR) 0,58%. Kasus dengue terlaporkan dari 482 Kab/Kota di 36 provinsi. Sedangkan kematian akibat dengue terjadi di 259 Kab/Kota di 32 Provinsi.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Ina Agustina Isturini, MKM, mengatakan pihaknya terus melakukan upaya untuk menanggulangi kasus DBD di Indonesia.

Namun ia mengaku pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan, mengalami beberapa tantangan dalam penanggulangan DBD, di antaranya masih rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai tanda dan gejala dini dengue sehingga sering kali menyebabkan keterlambatan penanganan pasien ke pelayanan masyarakat.

“Belum membudayanya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus, serta kegiatan lain untuk mencegah penularan dengue di masyarakat. Banyak masyarakat yang menganggap bahwa PSN 3M Plus merupakan tanggung jawab tenaga kesehatan saja,” ujar Ina Agustina dalam acara peluncuran gerakan “Sinergi Aksi Perusahaan (SIAP) Lawan Dengue”.

Ina menjelaskan, dalam penanggulangan DBD, Pemerintah Indonesia mendukung komitmen Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), dengan ditetapkannya target ‘nol kematian akibat dengue pada tahun 2030’. Adapun 6 strategi yang dilakukan pemerintah dalam penanggulangan dengue yaitu:

1. Penguatan manajemen vektor yang efektif, aman, dan berkesinambungan.
2. Peningkatan akses dan mutu tatalaksana dengue.
3. Penguatan surveilans dengue yang komprehensif serta manajemen KLB yang responsif.
4. Peningkatan pelibatan masyarakat yang berkesinambungan.
5. Penguatan komitmen pemerintah, kebijakan manajemen program, dan kemitraan.
6. Pengembangan kajian, intervensi, inovasi, dan riset sebagai dasar kebijakan dan manajemen program berbasis bukti.

Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang dengan klik disini dan nantikan kejutan menarik lainnya

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |