Jadi Pendiri WAICO, AI Diproyeksikan Sumbang 366 Miliar Dolar AS bagi Ekonomi RI

4 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) diproyeksikan memberikan kontribusi sebesar 366 miliar dolar AS terhadap perekonomian Indonesia pada 2030. Pemerintah berharap potensi tersebut dapat dioptimalkan melalui keikutsertaan Indonesia sebagai negara pendiri Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Artifisial Dunia (World Artificial Intelligence Cooperation Organization/WAICO).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan keanggotaan Indonesia di WAICO merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia berperan dalam penyusunan tata kelola AI di tingkat global. Sebagai negara pendiri, Indonesia juga memperoleh akses awal untuk mengikuti pembahasan perkembangan AI di tingkat internasional.

"Dengan menjadi founder kita tentu mempunyai akses pertama terhadap seluruh pembicaraan mengenai perkembangan AI itu sendiri," ujar Airlangga dalam konferensi pers secara virtual dari Shanghai, China, Jumat (17/7/2026).

Airlangga mengatakan status sebagai negara pendiri memberi Indonesia kesempatan ikut merumuskan pengembangan AI yang inklusif, aman, tepercaya, beretika, dan tidak dimonopoli oleh negara atau kekuatan tertentu. WAICO sendiri dibentuk dalam kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mendorong kolaborasi internasional dalam tata kelola AI yang berpusat pada manusia (human-centered).

"AI diharapkan menjadi jembatan, bukan menjadi digital divide, tetapi menjadi jembatan untuk kebersamaan. Kehadiran Indonesia juga menunjukkan bahwa pengelolaan AI perlu lebih aman, tepercaya, dan beretika," kata Airlangga.

Selain berperan dalam penyusunan tata kelola AI global, keanggotaan Indonesia di WAICO juga membuka peluang memperluas transfer teknologi, menarik investasi, membangun pusat riset AI, serta memperkuat pengembangan talenta digital nasional. Pemerintah juga ingin mendorong pemanfaatan AI oleh startup dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing.

"Indonesia sangat peduli terhadap perkembangan AI yang sifatnya inklusif, aman, beretika, dan tidak dimonopoli oleh sebuah kekuatan tertentu," ujar Airlangga.

Menurut Airlangga, sejumlah studi memperkirakan AI berpotensi menyumbang sekitar 366 miliar dolar AS bagi perekonomian Indonesia pada 2030. Pada periode yang sama, nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai 210 miliar dolar AS hingga 360 miliar dolar AS.

Dalam kunjungan kerjanya ke Shanghai, Airlangga juga bertemu Menteri Perdagangan China Wang Wentao untuk membahas penguatan kerja sama industri, perdagangan, dan ekonomi digital. Ia turut mengunjungi sejumlah perusahaan teknologi, seperti ByteDance, Huawei, Deep Robotics, Unitree, dan FiberHome.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |