REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Sebuah video pengakuan seorang perempuan asal Kabupaten Cirebon yang mengaku menjadi korban pengantin pesanan di Cirebon, viral di media sosial. Korban meminta tolong kepada Gubernur Jabar Dedi Mulyadi agar dapat dipulangkan ke kampung halamannya.
Dalam video berdurasi 59 detik itu, terlihat seorang perempuan yang memperkenalkan diri sebagai Vina, warga Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. Ia mengaku saat ini berada di China.
“Yang terhormat Bapak Gubernur Provinsi Jawa Barat, Pak Dedi Mulyadi. Perkenalkan nama saya Vina, dari Cirebon, saya sedang berada di China saat ini. Dengan adanya video ini, saya ingin memberitahu terkait kondisi saya bahwa saya sudah menjadi korban pengantin pesanan oleh sesama WNI,” ucap Vina, dalam rekaman video yang dikutip Republika, Jumat (27/2/2026).
Vina menyebut, kedua orang kenalannya yang merupakan WNI juga telah mengambil dan menahan semua berkas miliknya, termasuk paspornya. ia pun mengaku mengalami kekerasan fisik jika tidak menuruti dan mengikuti kemauan mereka.
“Dengan itu, saya memohon dengan sangat kepada Pak Dedi, tolong bantu saya agar saya bisa kembali ke Tanah Air. Saya ingin kembali ke rumah. Tolong bantu saya, Pak,” tutur Vina.
Terpisah, Kuasa Hukum Keluarga Vina, Asep Maulana Hasanuddin dari YLBH Garuda Sakti Cirebon, menjelaskan, sebelum diduga menjadi korban TPPO dengan modus pengantin pesanan ke China, awalnya Vina bekerja di sebuah restoran di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Tanpa sepengetahuannya, ia ternyata kerap difoto oleh seorang WNA China yang kemudian mendekatinya.
Saat itu, Vina ditawari untuk memiliki pacar orang China. Meski awalnya tak menggubris tawaran itu, Vina akhirnya masuk ke dalam perangkap jaringan agen perjodohan itu.
Sejumlah nama seperti Liu, Nisa, Herman, Susi, dan Amey disebut terlibat dalam proses tersebut. Mereka diduga berperan sebagai perantara yang mengatur perkenalan hingga proses keberangkatan Vina ke luar negeri.
Untuk meyakinkan keluarga Vina dan aparat Desa Gombang, mereka menunjukkan surat pernyataan tertulis tangan bahwa WNA Cina bernama Wang Jun, yang akan menikahi Vina, telah menjadi mualaf. Tak hanya itu, mereka juga menjanjikan mahar sebesar Rp 100 juta untuk Vina dan dijanjikan akan menikah secara Islam.
“Setiap bulannya juga dijanjikan ada kiriman untuk keluarga Vina sehingga Vina akhirnya menerima,” kata Asep, Jumat (27/2/2026).
.png)
9 hours ago
4
















































