Iran Syaratkan Penutupan Semua Pangkalan AS di Teluk untuk Gencatan Senjata

2 hours ago 2

Pesawat Angkatan Udara AS C-17 Globemaster lll di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Iran menuntut ganti rugi atas serangan terhadap Iran, pencabutan semua sanksi, dan penutupan semua pangkalan militer AS di Teluk Persia sebagai syarat untuk mengakhiri perang dengan AS dan Israel. Hal ini disampaikan menyusul isyarat dari Presiden AS Donald Trump yang ingin menghentikan peperangan yang ia mulai sejak Februari lalu.

Selain itu, Iran menginginkan jaminan bahwa perang tidak akan terjadi lagi, serta penghentian serangan Israel terhadap proksi Iran, Hizbullah, di Lebanon. Ini dilaporkan media AS Wall Street Journal, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Tuntutan Iran juga dilaporkan mencakup pengaturan baru di Teluk yang memungkinkan Republik Islam memungut biaya dari kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz yang strategis, yang biasanya dilalui oleh seperlima minyak dunia.

Sementara itu, Iran menolak untuk menegosiasikan batasan program rudal balistiknya, menurut WSJ. Kondisi Iran yang disebutkan dalam laporan tersebut tidak membahas program nuklir negara tersebut. 

Surat kabar tersebut mengutip seorang pejabat AS yang mengatakan bahwa tuntutan Iran sangat berat, dan para pejabat Arab dan AS mengatakan bahwa sikap Iran membuat kemungkinan tercapainya kesepakatan menjadi lebih kecil dibandingkan sebelum perang. 

Sumber yang dikutip oleh WSJ mengatakan pesan antara Iran dan AS disampaikan secara tidak langsung melalui perantara Timur Tengah akhir pekan lalu. Channel 12 melaporkan tadi malam bahwa AS telah mengajukan 15 poin rencana untuk mengakhiri perang yang mencakup penghentian dukungan Iran terhadap proksi teror regional, pembatasan program rudal balistik, dan penghentian program nuklirnya.

Esmaeil Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, mengatakan kepada India Today bahwa banyak negara telah menghubungi Iran, menawarkan untuk menjadi penengah dengan AS. "Ada pesan-pesan yang beredar selama beberapa hari ini... Kami telah menanggapi pesan-pesan itu. Pesan kami sangat jelas. Kami terus membela diri," katanya. 

Baghaei menambahkan bahwa klaim AS untuk mengupayakan perundingan tidak dapat dipercaya. "Lihatlah faktanya. Iran terus-menerus dibombardir dan dihujani rudal oleh AS dan Israel. Jadi klaim diplomasi dan mediasi mereka tidak dapat dipercaya. Karena merekalah yang memulai perang ini dan terus menyerang Iran. Jadi, adakah yang bisa percaya bahwa klaim mediasi mereka dapat dipercaya?" katanya. 

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |