REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi mengatakan tengah mengkaji agar para aparatur sipil negara (ASN), termasuk bupati/wali kota di Jateng, bersepeda ke kantor. Hal itu dalam rangka penghematan konsumsi energi.
Luthfi mengungkapkan, saat ini Pemprov Jateng masih menunggu surat edaran (SE) dari pemerintah pusat soal teknis pelaksanaan penghematan energi. Dia mengatakan, SE tersebut rencananya diterbitkan pada Selasa (31/3/2026).
Luthfi mengaku sejauh ini belum memiliki target dalam penghematan energi di lingkup Pemprov Jateng. "Masih kita hitung bareng-bareng. Selain sepeda, kalau perlu lari, pulang pergi," ucapnya, Senin (30/3/2026). "WFH-nya juga masih dikaji. Hari apanya masih dikaji," sambung Luthfi.
Penghematan energi itu buntut dari krisis energi akibat blokade Iran di Selat Hormuz sebagai balasan atas serangan ilegal Presiden AS Donalr Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu. Sejauh ini belum ada tanda-tanda perang tersebut akan segera berakhir. Kapal pembawa minyak Indonesia juga belum lolos melintasi Selat Hormuz.
Meski belum ada arahan dari pemerintah pusat, Luthfi mengaku sedang mengkaji kebijakan agar ASN, termasuk bupati/wali kota di Jateng, bersepeda ke kantor. "Sudah kita kalkulasi, kalau perlu besok hari tertentu semua ASN kita naik sepeda dengan seluruh bupati/wali kota. Jadi ke kantor naik sepeda," kata dia.
Namun Luthfi mengaku belum memiliki gambaran soal teknis pelaksanaan kebijakan tersebut, termasuk pembagian waktu untuk penerapannya. "Ya nanti kita masih hitung," ujarnya ketika ditanya apakah peraturan ASN bersepeda nantinya akan diterapkan setiap hari.
Dia menambahkan, selain bersepeda, opsi lain untuk penghematan konsumsi energi adalah menanfaatkan kendaraan umum. "Jadi ini nanti akan kita lakukan sosialisasi, kita kaji, begitu pemerintah sudah umumkan, Provinsi Jawa Tengah sudah siap," kata Luthfi.
Sebelumnya Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng, Agus Sugiharto, mengimbau warga Jateng untuk melakukan penghematan energi. Kendati demikian, dia menjamin bahwa stok BBM, termasuk elpiji, masih mencukupi.
"Saya imbau kepada masyarakat Jawa Tengah khususnya untuk tetap tenang, jaga kondusivitas, dan arahan pemerintah untuk melakukan hemat energi di semua sektor, baik itu listrik, BBM, maupun gas. Itu memang harus dilakukan," kata Agus, Kamis (26/3/2026).
Kendati demikian, dia memastikan bahwa stok BBM dan elpiji masih mencukupi. "Ketersediaan energi masih cukup, baik itu dari sektor ketenagalistrikan, kemudian dari sisi elpiji juga mencukupi. Dari BBM segala jenis, baik itu pertalite, solar, pertamax, dan sebagainya, masih bisa mencukupi," ucapnya.
Oleh sebab itu, Agus mengimbau agar masyarakat tak melakukan pembelian panik atau panic buying. "Jadi jangan ada panic buying atau isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya.
Menurutnya, pembelian panik hanya akan menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Agus pun mengingatkan bahwa penimbunan BBM dan elpiji merupakan bentuk tindak pidana.
Di sisi lain, Agus berpendapat, pembelian panik adalah bentuk pemborosan terhadap konsumsi energi. "Pemerintah sudah menjamin dan tetap berusaha untuk memenuhi segala kebutuhan energi bagi masyarakatnya," kata Agus.
Meski stok dan pasokan energi memadai, Agus tetap mengimbau masyarakat, khususnya warga Jateng, agar dapat melakukan penghematan. "Yang namanya penghematan energi itu harus dilakukan. Jangan ada pemborosan. Justru panic buying itu merupakan salah satu tindakan pemborosan," ucapnya.
.png)
3 weeks ago
21















































