Film Penerbangan Terakhir Ajak Perempuan Sadar Bahaya Love Bombing

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Film drama Penerbangan Terakhir persembahan VMS Studio siap mewarnai bioskop mulai 15 Januari 2026. Film arahan Benni Setiawan ini menyajikan skandal percintaan di dunia penerbangan yang jarang diangkat ke layar lebar.

Film ini mengisahkan karakter Tiara (Nadya Arina) seorang pramugari baru yang terjerat dalam hubungan toksik dengan kapten Deva (Jerome Kurnia). Selama hampir 170 menit, Penerbangan Terakhir menggambarkan bagaimana kerentanan perempuan saat dihadapkan dengan praktik manipulatif berkedok romantisme seperti love bombing.

Produser Tony Ramesh mengatakan ide cerita film ini berangkat dari realitas hierarki dan perilaku manipulatif yang banyak terjadi di berbagai lingkungan kerja. Menurutnya, isu tersebut tidak hanya ada di dunia penerbangan, tetapi juga di lingkungan kantor dan lainnya.

"Cerita ini beranjak dari pikiran bahwa keadaan hierarki, manipulatif, NPD, itu banyak sekali. Bukan hanya di dunia penerbangan, tapi juga di kantor dan tempat lain," kata Tony dalam konferensi pers di Epicentrum, Jakarta, Senin (12/1/2026).

la menjelaskan, latar dunia penerbangan dipilih karena tema tersebut masih jarang diangkat di industri film Indonesia. Selain itu, menurutnya, banyak cerita nyata terkait dunia penerbangan yang kerap viral di masyarakat.

"Kenapa penerbangan? Karena ini cerita baru dan jarang diangkat. Dan memang scene atau cerita soal penerbangan sering viral karena banyak kejadian nyata," kata dia.

Tony berharap film ini dapat menjadi peringatan sekaligus penguatan bagi penonton, khususnya perempuan. la menegaskan pentingnya kesadaran diri dan keberanian untuk bersuara ketika berada dalam hubungan yang tidak sehat.

"Saya harap semua teman-teman bisa menikmati film ini, dan tidak ada Tiara-Tiara lain di luar sana. Karena ada banyak laki-laki yang NPD dan manipulatif. Sangat penting bagi perempuan untuk sadar bahwa mereka berharga. Lewat film ini kami berharap semua perempuan bisa bangkit dan speak up," kata Tony.

Sementara itu, sutradara Benni Setiawan menyebut karakter Tiara dirancang melalui diskusi panjang agar mampu merepresentasikan perempuan yang terlihat tidak berdaya di hadapan rayuan laki-laki. "Mengenai karakter Tiara, itu hasil diskusi kami. Kami terus mencoba membuat karakter ini bisa merepresentasikan perempuan yang seolah tidak berdaya dengan rayuan laki-laki," kata Benni.

Namun Benni menekankan bahwa kerentanan dalam cinta tidak mengenal profesi atau latar belakang tertentu. "Kalau soal cinta, itu tidak memandang pramugari atau siapa pun. Cinta bisa membutakan," kata dia.

Selain Jerome Kurnia dan Nadia, film ini juga dibintangi oleh Aghni Haque, Nasya Marcella, dan Devina Bertha, Sebelum tayang serentak di bioskop, film Penerbangan Terakhir telah menggelar special screening di 10 kota pada 10-11 Januari 2026.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |