Dokter menyiapkan vaksin campak sebelum di suntikan kepada seorang anak di Rumah Vaksinasi Pusat, Jakarta, Kamis (12/3/2026). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bekerja sama dengan Rumah Vaksinasi Pusat menyelenggarakan vaksinasi massal campak gratis bagi anak usia 9 hingga 59 bulan sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan anak Indonesia. Dalam beberapa waktu terakhir, kasus campak pada anak menunjukkan peningkatan yang perlu menjadi perhatian bersama, terlebih menjelang libur panjang Hari Raya Idulfitri yang biasanya diiringi dengan tingginya mobilitas masyarakat. Menyikapi hal tersebut, Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau para orang tua untuk segera melengkapi imunisasi campak (MR) pada anak yang masih sehat sebagai langkah perlindungan optimal.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Seorang dokter muda berinisial AMW (26) meninggal dunia diduga akibat penyakit campak dengan pneumonia saat bertugas internship di sebuah rumah sakit di Cianjur, Jawa Barat, pada Kamis (26/3/2026). Kasus meninggalnya lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ini dinilai sebagai alarm keras bahwa campak bukan sekadar penyakit anak-anak, melainkan ancaman mematikan yang bisa menyerang siapa saja, termasuk tenaga kesehatan di garda terdepan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menginstruksikan dinas kesehatan untuk melakukan penanganan komprehensif dan pemetaan penyebaran virus dalam pekan ini. "Imbauannya Dinas Kesehatan segera mengidentifikasi, problem di mana, penyebaran seperti apa sehingga dalam pekan ini dilakukan langkah penanganan komprehensif," kata Dedi pada Senin (30/3/2026).
Dia akan menghubungi bupati Cianjur yang notabene merupakan seorang dokter juga. Dedi pun turut berduka cita dokter yang meninggal dunia diduga karena kasus campak.
"Nanti bupatinya saya telepon sekarang, saya turut berduka cita itu pengabdian tertinggi dokter meninggal di tempat pengabdiannya ketika sedang mengabdi. Saya menyampaikan duka mendalam tapi penyakitnya harus ditangani. Apalagi bupatinya dokter," kata dia.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Vini Adiani Dewi mengatakan penanganan kasus campak harus diselesaikan oleh semua pihak. Ia menyebut imunisasi tidak sama sekali mencegah sakit campak akan tetapi meringankan gejala.
"Masyarakat disadarkan bahwa penyakit campak virus ganas sekali bisa menyerang otak paru paru dan lainnya termasuk mata jadi buta padahal obat tersedia kalau mau campak tidak ada," kata dia.
.png)
3 weeks ago
24















































