Arus Mudik 2026 Mulai Landai, One Way Berpotensi Disetop

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Korlantas Polri membuka opsi penghentian rekayasa lalu lintas one way nasional arus mudik. Evaluasi akan dilakukan menyusul penurunan volume kendaraan di jalan tol.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan, keputusan akan diambil setelah melihat kondisi terbaru di lapangan pada Sabtu (21/3/2026) pagi. Tren arus kendaraan disebut mulai menurun usai puncak mudik pada 18–19 Maret 2026.

Agus menjelaskan, volume kendaraan saat puncak arus mudik mencapai sekitar 270 ribu unit atau naik 4,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, pergerakan kendaraan kini mulai melandai sehingga membuka peluang penghentian rekayasa lalu lintas.

“Rencana penutupan one way nasional mudik ini akan kita evaluasi besok pagi. Kalau memang bangkitan arus sudah tidak ada tanda-tanda, flow di tol masih lengang, termasuk juga traffic counting-nya rendah, nanti akan kita cabut untuk dihentikan one way nasional mudik. Kemungkinan siangnya akan kita hentikan,” kata Agus.

Agus menambahkan, arus lalu lintas di jalan arteri meningkat tetapi masih terkendali melalui skenario buka-tutup, alih arus, dan contraflow. Seluruh jajaran kepolisian daerah telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.

Kondisi di simpul transportasi seperti pelabuhan, terminal, bandara, dan stasiun juga terpantau landai. Aktivitas masyarakat menjelang Lebaran berlangsung aman dengan pengamanan di berbagai titik strategis.

“Di bidang harkamtibmas sampai saat ini belum ada peristiwa yang menonjol, masih cukup kondusif. Di bidang kamseltibcarlantas ada puncak arus, ada bangkitan arus, tetapi bisa kita kelola dengan baik,” ujar Agus.

Agus memaparkan, angka kecelakaan selama sepekan Operasi Ketupat turun sekitar empat persen. Penurunan lebih besar terjadi pada fatalitas korban meninggal dunia yang mencapai 28,9 persen.

Pengamanan Lebaran tidak hanya difokuskan pada lalu lintas, tetapi juga aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri. Aparat disiagakan untuk menjaga keamanan tempat ibadah, termasuk lokasi takbiran dan salat Id.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin menyebut, pengamanan di Jakarta memasuki tahap berikutnya setelah fase mudik dilalui. Fokus bergeser ke aktivitas malam takbiran dan perayaan Idulfitri.

“Kita akan memasuki tahapan berikutnya, yaitu pengamanan aktivitas malam takbiran yang insya Allah nanti malam akan berlangsung. Pada kesempatan ini kami mengimbau kepada masyarakat Ibu Kota agar tidak melaksanakan konvoi, melainkan memakmurkan masjid di lingkungan masing-masing,” kata Komarudin.

Kegiatan car free night digelar di ruas Sudirman–Thamrin dengan penutupan jalan mulai pukul 18.00 WIB hingga 22.00 WIB pada Jumat malam. Waktu penutupan berpotensi diperpanjang hingga tengah malam dengan 557 personel disiagakan untuk pengamanan dan pengaturan lalu lintas.

Pengamanan juga mencakup pelaksanaan salat Id, termasuk di kawasan Masjid Istiqlal yang dipadati jemaah. Petugas disebar untuk mengatur parkir dan mencegah kemacetan akibat parkir liar.

Operasi Ketupat terus berjalan dengan kolaborasi Polri, TNI, dan pemangku kepentingan lain. Evaluasi dilakukan berkala untuk memastikan seluruh tahapan pengamanan berlangsung aman dan tertib.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |