Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Muhammad Husein (kanan) bersama aktivis dari negara lain berada diatas kapal Armada Global Sumud Flotilla di pelabuhan Barcelona, Spanyol, Sabtu (11/4/2026) waktu setempat. Sebanyak 70 kapal Armada Global Sumud Flotilla yang membawa sekitar 1.000 aktivis dari sekitar 70 negara, bersiap melakukan misi pelayaran kemanusiaan menuju Gaza.
REPUBLIKA.CO.ID, MEDITERANIA – Aktivis yang tergabung dalam armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla melaporkan adanya intimidasi dari militer Israel di perairan internasional, Rabu (29/4/2026) malam waktu setempat. Kapal-kapal pembawa bantuan untuk warga Gaza tersebut dilaporkan dikepung oleh kapal perang dan pesawat tak berawak (drone) milik pasukan Zionis.
Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Anadolu, para peserta aksi mengungkapkan, sistem komunikasi mereka mulai lumpuh akibat gangguan sinyal (jamming) yang dilakukan secara sengaja. Gangguan ini terjadi saat armada tersebut tengah berlayar di Laut Mediterania menuju Jalur Gaza yang masih diblokade.
Pesan darurat yang dibagikan oleh pihak flotilla menggambarkan situasi tersebut sebagai "serangan yang tengah berlangsung." Salah satu kapal dilaporkan didekati secara agresif oleh kapal perang Israel, sementara sebagian besar kapal lainnya kehilangan akses komunikasi akibat interferensi sinyal.
Operasi militer di perairan internasional
Sumber militer Israel mengonfirmasi bahwa angkatan laut mereka telah memulai operasi untuk mengambil alih kendali atas flotilla tersebut. Berdasarkan laporan Radio Angkatan Darat Israel, keputusan untuk melakukan pencegatan diambil saat posisi armada masih berada ratusan kilometer dari garis pantai Israel.
Pencegatan ini terpantau dilakukan di perairan internasional dekat Pulau Kreta, Yunani. Skala armada yang besar—diperkirakan mencapai 100 kapal dengan membawa sekitar 1.000 aktivis dari berbagai negara—menjadi alasan militer Israel melakukan tindakan preventif lebih awal di tengah laut.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa pasukan Israel telah berhasil menguasai beberapa kapal. Kapal-kapal yang disita tersebut rencananya akan ditarik paksa menuju Pelabuhan Ashdod di wilayah pendudukan Israel.
.png)
2 hours ago
2
















































