Mantan Duta Besar AS untuk Ukraina Bridget Brink.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Ukraina, Bridget Brink, menyatakan pengunduran dirinya dipicu oleh ketidaksetujuannya terhadap arah kebijakan Presiden AS Donald Trump yang dinilai lebih berpihak kepada Rusia.
Dalam pernyataannya melalui platform media sosial X, Brink mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil setelah melihat kecenderungan kebijakan Washington yang dinilai tidak lagi konsisten dalam mendukung Ukraina.
“Saya mengundurkan diri sebagai Duta Besar AS untuk Ukraina ketika Trump terus berpihak pada Putin daripada mitra demokrasi kita,” tulisnya, sebagaimana diberitakan Anadolu.
Brink, yang menjabat sebagai perwakilan AS di Kyiv pada periode 2022 hingga 2025, juga menyinggung situasi internal diplomasi AS yang menurutnya menunjukkan pola serupa. Ia menyebut penggantinya, Kuasa Usaha sementara Julie Davis, menghadapi dinamika yang tidak jauh berbeda.
“Saya tahu saya harus angkat bicara dan mencalonkan diri karena berpihak pada diktator bukanlah jati diri kita,” kata Brink.
Namun, pernyataan tersebut mendapat respons berbeda dari pemerintah AS. Departemen Luar Negeri menyatakan bahwa pengunduran diri Davis tidak berkaitan dengan perbedaan kebijakan, melainkan merupakan bagian dari rencana pensiun setelah lebih dari tiga dekade berkarier sebagai diplomat.
Davis diketahui mulai menjabat sebagai kuasa usaha sementara pada Mei lalu, menggantikan Brink yang lebih dulu mundur pada Mei 2025. Ia dijadwalkan mengakhiri masa tugasnya pada akhir tahun ini.
Di sisi lain, laporan Financial Times menyebut adanya ketegangan internal di tubuh diplomasi AS, terutama terkait penilaian terhadap menurunnya dukungan Washington terhadap Ukraina. Laporan tersebut mengklaim bahwa Davis merasa frustrasi dengan perannya di tengah “perbedaan pendapat dengan Presiden Donald Trump mengenai dukungannya yang semakin berkurang untuk Ukraina.”
.png)
2 hours ago
1
















































