Peringatan May Day, 50 Ribu Buruh Jabar Bakal Gelar Aksi di Monas

1 hour ago 2

Massa dari berbagai elemen buruh dan masyarakat sipil menggelar aksi memperingati Hari Buruh Internasional di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (1/5/2025). Aksi tersebut menyoroti berbagai persoalan yang dialami kelas pekerja seperti PHK secara sepihak, upah yang rendah, pelanggaran hak-hak terhadap buruh hingga penerapan sistem kerja outsourcing. Pada peringatan Hari Buruh Internasional ini, massa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) menuntut pemerintah untuk memberlakukan upah layak nasional, mencabut UU omnibus law cipta kerja, menolak sistem kerja kontrak, outsourcing, lindungi buruh perempuan dan stop pelecehan seksual serta berlakukan daycare aman dan murah.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ribuan buruh dari Provinsi Jawa Barat bakal menggelar aksi di Monas, Jakarta untuk memperingati May Day atau hari buruh, Jumat (1/5/2026). Mereka akan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto yang direncanakan hadir di acara itu.

"Untuk tanggal 1 Mei, KSPSI di Jawa Barat akan mengirimkan anggotanya sekitar 50.000 (buruh) untuk mengikuti perayaan May Day di Monas bersama Presiden Republik Indonesia," ucap Ketua KSPSI Jabar Roy Jinto, Kamis (30/4/2026).

Ia menuturkan para pimpinan buruh akan menyampaikan aspirasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan diharapkan langsung direspons. Salah satu aspirasi yang akan disampaikan mengenai Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan baru yang akan disahkan Oktober.

"Kita akan mengawal Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru yang tentu berpihak kepada kaum buruh," kata dia.

Ia menegaskan hak-hak buruh dan kesehatan pekerja harus terlindungi. Roy Jinto berharap presiden dapat merespon apa yang menjadi aspirasi kaum dalam momentum peringatan May Day tahun ini.

Roy melanjutkan aksi demo May Day di Kota Bandung diperkirakan tidak akan ada dan dialihkan ke Jakarta. Apalagi, ia menuturkan Gedung Sate saat ini tengah dalam renovasi.

‎"Di Bandung nampaknya enggak ada (peringatan May Day). Apalagi di Gedung Sate katanya lagi perbaikan," kata dia. Sekali lagi, ia berharap Presiden Prabowo akan mendengarkan aspirasi buruh.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |