Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, menawarkan peluang investasi di sektor hilirisasi kepada 40 perusahaan Australia.
Wamen Investasi Tawarkan Sektor Hilirisasi kepada 40 Investor Australia. Foto: MNC Media.
IDXChannel - Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, menawarkan peluang investasi di sektor hilirisasi kepada 40 perusahaan Australia.
Adapun pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi 28 komoditas hilirisasi dengan potensi investasi mencapai USD618 miliar.
"Kami mengundang investor Australia untuk memanfaatkan peluang ini dengan berinvestasi di sektor-sektor prioritas seperti hilirisasi nikel dan bauksit, pengembangan energi terbarukan, serta infrastruktur digital," ujarnya dalam Australia-Indonesia Business Forum, dilansir dari siaran pers Kementerian Investasi, Senin (24/3/2025).
Menteri Perdagangan dan Pariwisata Australia Don Farrel merespons positif berbagai peluang investasi yang ditawarkan oleh pemerintah Indonesia.
"Indonesia merupakan partner penting bagi Australia dan Australia bisa investasi di Indonesia karena Australia merupakan negara yang memiliki teknologi terbaik di dalam produksi pangan," kata dia.
Don juga menilai bahwa kerja sama ekonomi Australia dan Indonesia juga dapat dikembangkan lebih lanjut terutama terkait rencana Indonesia mengembangkan Ibu Kota Negara (IKN) yang baru.
"Australia memiliki expertise dalam hal ini, sehingga peluang kerja sama sangat terbuka lebar," tuturnya.
Turut hadir dalam Australia-Indonesia Business Forum (AIBF) Menteri Keuangan New South Wales Courtney Housos dan Menteri Perbaikan Regulasi dan Fair Trading New South Wales Anoulack Chanthivong.
Wamen Todotua juga menyampaikan terkait kondisi kerja sama Indonesia Australia melalui IA CEPA dan contoh beberapa perusahaan Australia yang sudah berhasil melakukan investasi ke Indonesia.
Senada dengan Todotua, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Hubungan Luar Negeri Benardino M. Vega, mendorong kerja sama antara pengusaha Indonesia dan Australia semakin kuat.
Menurutnya, kerja sama yang sudah terjalin dengan baik antara kedua negara harus ditingkatkan, terutama dalam mendukung pembangunan sektor-sektor prioritas yang telah ditetapkan pemerintah Indonesia.
"Kedua negara memiliki visi yang sama dalam melihat ASEAN sebagai kawasan yang strategis, dan kami terus mengeksplorasi peluang kerja sama di berbagai sektor, termasuk mineral kritis. Setiap tahun, ada inisiatif baru dalam bidang ini, dan kita perlu membangun lebih banyak kemitraan bisnis ke bisnis (B2B) di sektor ini. Indonesia dan Australia dapat bekerja sama dalam sektor mineral dengan lebih erat, karena menemukan mitra yang tepat di kedua negara sangatlah penting," ujar Bernardino.