REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Transformasi digital kini bukan sekadar tren, melainkan realitas baru yang mengubah cara masyarakat bekerja, belajar, dan berbisnis. Di Indonesia, penetrasi internet menembus lebih dari 229 juta pengguna pada 2025 atau sekitar 80 persen populasi.
Generasi Z menjadi kelompok paling dominan sebagai pengguna aktif, sekaligus penggerak utama ekonomi digital melalui e-commerce, media sosial, hingga industri kreatif. Namun, tingginya aktivitas digital belum otomatis berbanding lurus dengan kesiapan karier.
Dunia kerja saat ini menuntut talenta yang tidak hanya terbiasa menggunakan teknologi, tetapi juga mampu mengelolanya secara profesional, strategis, dan produktif. Di sinilah peran perguruan tinggi menjadi krusial.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri (UNM) hadir sebagai ecosystem accelerator yang menyiapkan generasi muda agar siap masuk ke dunia bisnis digital dan ekonomi kreatif.
Melalui Program Studi (prodi) Bisnis Digital, UNM mengembangkan kurikulum berbasis praktik yang terintegrasi dengan kebutuhan industri, mulai dari digital marketing, e-commerce, fintech, data analytics, hingga pengembangan startup.
UNM mempunyai program Internship Experience Program (IEP) 3+1. Mahasiswa kuliah hanya 3 tahun dan 1 tahunnya magang profesional di perusahaan mitra seperti Bank Mandiri.
Program ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teori di kampus dan praktik di industri, sehingga mahasiswa memiliki pengalaman kerja nyata sebelum lulus.
Koordinator Marketing dan Komunikasi UNM, Wawan Kurniawan, menegaskan bahwa tantangan terbesar Gen Z saat ini bukan akses teknologi, melainkan kesiapan karier.
“Gen Z itu sudah sangat kuat di dunia digital, tapi masih banyak yang berhenti di level pengguna. Di UNM, kami mendorong mahasiswa naik level menjadi profesional digital. Mereka tidak hanya belajar teori, tapi langsung praktik lewat proyek industri dan magang satu tahun penuh,” ujarnya dalam keterangan Jumat (30/1/2026).
Menurutnya, konsep Kampus Digital Bisnis yang dibangun UNM bertujuan mencetak lulusan yang tidak gagap saat masuk dunia kerja.
“Kami ingin lulusan UNM masuk industri dengan portofolio, pengalaman, dan mindset siap kerja. Bukan lagi fresh graduate yang bingung, tapi talenta digital yang sudah terbiasa dengan ritme profesional,” tambahnya.
Ia menyampaikan, prestasi mahasiswa UNM di berbagai ajang nasional, termasuk lolosnya tim Bisnis Digital ke PIMNAS 2025, menjadi bukti bahwa pendekatan pembelajaran berbasis praktik mampu menghasilkan mahasiswa yang inovatif dan berdaya saing.
“Di tengah pesatnya ekonomi digital, UNM menegaskan posisinya sebagai kampus yang tidak hanya mengajarkan teknologi, tetapi membentuk karier digital yang nyata, terarah, dan berkelanjutan,” tutupnya.
.png)
2 hours ago
1














































