Jamaah membaca Alquran saat itikaf di Masjid Al Falah Apartemen Bassura City, Jakarta, Senin (24/3/2025) malam. Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al Falah pertama kali menggelar itikaf dengan menyediakan fasilitas tenda untuk jamaahnya yang bermukim di masjid pada 10 hari terakhir di bulan suci Ramadhan guna menghidupkan lailatul qadar. Kegiatan itikaf tersebut meliputi kegiatan buka puasa bersama, tarawih, kajian, tahajud dan sahur bersama. Itikaf merupakan kegiatan bermukim di masjid dengan melakukan berbagai macam ibadah seperti shalat, membaca Al Quran dan mendengarkan kajian yang dilakukan umat muslim pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan untuk menjemput lailatul qadar atau malam penuh kemuliaan karena merupakan malam di turunkannya Al Quran.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Seorang ulama besar asal Mesir, Ibnu Athaillah As-Sakandari, menjelaskan tentang makna umur yang diberkahi dan keutamaannya dalam karya terkenalnya, Al-Hikam. Dalam kitab tersebut, ia mengungkapkan bahwa keberkahan usia dapat menghadirkan karunia Allah yang sangat besar, bahkan dalam waktu yang singkat.
Ibnu Athaillah menuliskan sebuah hikmah yang terkenal: "Siapa yang usianya diberkahi maka dalam waktu singkat, ia mendapat anugerah Allah yang tak bisa diungkap dengan kata-kata dan tidak bisa dijangkau dengan isyarat."
Hikmah ini kemudian dijelaskan lebih lanjut oleh ulama Mesir lainnya, Syekh Abdullah Asy-Syarqawi dalam syarahnya terhadap kitab Al-Hikam. Dalam penjelasannya yang diterbitkan oleh TuRos Pustaka, Syekh Abdullah menuturkan bahwa keberkahan umur adalah anugerah besar dari Allah kepada hamba yang dikehendaki-Nya.
Menurutnya, ketika Allah menghendaki seorang hamba mendapatkan keberkahan usia, Dia akan mendekatkannya kepada-Nya. Kedekatan itu membuat seseorang lebih mudah meraih berbagai karunia Ilahi dalam waktu singkat—karunia yang bahkan sulit dijelaskan dengan kata-kata ataupun dilukiskan dengan isyarat.
Syekh Abdullah juga menjelaskan bahwa Allah akan menganugerahkan kecerdasan dan kewaspadaan batin kepada hamba yang diberkahi umurnya. Dengan kesadaran tersebut, seseorang akan terdorong untuk memanfaatkan waktunya sebaik mungkin.
Dengan begitu, ia akan tergerak untuk selalu melakukan amal-amal saleh setiap saat. Dalam waktu singkat, ia pun akan mendapatkan karunia Allah yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata dan isyarat karena anugerah itu terlampau banyak dan mulia baginya.
Ia memberi perumpamaan, dalam satu bulan seseorang yang diberkahi usianya dapat meraih kedudukan spiritual yang mungkin tidak dapat dicapai orang lain selama seribu bulan. Hal ini diibaratkan seperti orang yang memperoleh keutamaan malam Lailatul Qadar.
“Dalam satu malam, ia mendapatkan pahala yang lebih baik daripada beramal selama seribu bulan,” jelasnya.
Penjelasan ini menunjukkan bahwa keberkahan umur bukan semata-mata panjangnya usia, melainkan bagaimana waktu yang singkat bisa dipenuhi dengan kedekatan kepada Allah dan amal saleh yang melimpah.
sumber : Dok Republika
.png)
2 hours ago
6
















































