UMJ Resmikan Gedung Kampus Tulang Bawang, Perkuat Akses Pendidikan di Lampung

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, TULANG BAWANG -- Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menyelenggarakan kegiatan silaturahim sekaligus peresmian Gedung UMJ kampus Tulang Bawang, Lampung, Selasa (28/4/2026). Agenda ini tindak lanjut implementasi Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

NPHD mencakup hibah aset berupa tanah seluas 10 hektare, gedung dan bangunan, jalan, irigasi, jaringan, serta peralatan milik pemerintah daerah. Perjanjian dengan Nomor: B/900.1.3.1/7151/V.2/TB/I/2026 dan Nomor: 158/I.0/A/2026 ini ditandatangani Bupati Tulang Bawang, Drs Qudrotul Ikhwan, MM dan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir, M.Si, pada 23 Januari 2026 di Yogyakarta.

Silaturahim dan peresmian gedung yang berlokasi di Tulang Bawang Lampung ini di hadiri sekitar 2.300 tamu undangan. Mereka Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Wakil Gubernur Lampung, Pimpinan Muhammadiyah Wilayah Lampung, Bupati Tulang Bawang jajaran DPRD, beserta tamu undangan persyarikatan Muhammadiyah.

Rektor UMJ Prof Dr Ma’mun Murod, M.Si bersyukur atas terlaksananya kegiatan ini serta komitmen UMJ dalam menghadirkan pendidikan di daerah.

“Tidak ada kata yang patut kita ucapkan kecuali syukur kita kepada Allah SWT karena atas rindu dan kuasanya, pagi hari ini, kami bisa melangkahkan kaki di Lampung untuk peresmian gedung sekaligus silaturrahim UMJ di Tulang Bawang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, UMJ saat ini memiliki 65 program studi, termasuk okupasi terapi yang baru mendapatkan SK. Selain itu, Ada 8 prodi yang sedang berproses, serta rencana pembukaan beberapa program doktor dan PSDKU tambahan. “UMJ berkomitmen untuk terus memajukan pendidikan serta akan mengangkat dosen dari putra-putri daerah Tulang Bawang dan Lampung,” tegasnya.

Kepala LLDikti Wilayah II Prof Dr Iskhaq Iskandar, M.Sc menekankan pentingnya kolaborasi dalam pengembangan pendidikan tinggi. Menurutnya, pendidikan harus membangun fondasi yang kuat, dengan tujuan utama memerdekakan peserta didik.

“Kehadiran UMJ bukan untuk mengecilkan perguruan tinggi yang sudah ada di Lampung tetapi justru akan berkolaborasi, bersinergi, membangun dan memajukan pendidikan tinggi khususnya di Provinsi Lampung,” ungkapnya.

Ia juga berharap kehadiran UMJ memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di wilayah tersebut. “Jadikan UMJ Tulang Bawang sebagai contoh perguruan tinggi yang harmonis dan menjadi rujukan di wilayah LLDIKTI II,” ujarnya.

Bupati Tulang Bawang KRA Drs Hi Qudrotul Ikhwan Karyonagoro, MM mengapresiasi kehadiran UMJ di. Ini, menurut dia, anugerah besar mengingat Tulang Bawang belum memiliki perguruan tinggi dan kini langsung hadir kampus dengan kualitas unggul.

“Hari ini telah menjelma di depan kita sebuah universitas yang kalau kata orang itu bukan universitas kaleng-kaleng,” ujarnya. Ia berharap UMJ bisa terus berkolaborasi dengan pemda dalam pengembangan pendidikan, UMKM, riset terapan, dan pemberdayaan masyarakat.

Wakil Gubernur Lampung dr Jihan Nurlela, MM juga ikut mengapresiasi hadirnya UMJ. Menurutnya, ini pertanda tagline Bupati Tulang Bawang dengan singkatan “Udang Manis” segera diwujudkan melalui langkah awal pembangunan kampus UMJ di Tulang Bawang Lampung.

“Keberadaan UMJ di Tulang Bawang ini memperkuat posisi Lampung di bidang pendidikan dan menjadi alternatif baru bagi masyarakat untuk menimba ilmu tanpa harus ke kota besar,” ujarnya.

Jihan menjelaskan, tantangan khususnya di sektor pendidikan, masih luar biasa tinggi. Pendidikan menengah atas yang lulus dan terserap perguruan tinggi di Lampung ini hanya 22 persen.

Artinya, jelas dia, Pemerintah Lampung masih punya pekerjaan rumah sekitar 78 persen untuk bisa mengawal anak-anak tamatan SMA, SMK, MA agar bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Insya Allah ini akan menjadi kampus kebanggaan masyarakat Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, dan menjadi primadona pendidikan di Provinsi Lampung,” tutupnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan Kajian Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sekaligus Sekertaris Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu'ti, M.ed. Ia menegaskan pentingnya perguruan tinggi unggul di daerah untuk menciptakan layanan pendidikan berkualitas.

Mu’ti menjelaskan, pendirian kampus terakreditasi unggul di daerah baru itu lebih efisien secara anggaran dan mutunya lebih bisa dipertanggungjawabkan daripada mendirikan perguruan tinggi baru dari awal yang sifatnya coba-coba. “Insya Allah UMJ ini kampus yang unggul dan pendidikannya tidak abal-abal,” ujarnya.

Menurutnya upaya mendirikan perguruan tinggi unggul di daerah untuk memastikan layanan pendidikan berkualitas. Ia mengatakan hal ini untuk menghindari terjadinya ijazah tanpa kompetensi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan tentang fenomena over education dan under education. Banyak yang bergelar tinggi tetapi tidak mendapatkan pekerjaan yang sesuai, di sisi lain masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan pendidikan yang layak.

“Karena itu kita berupaya menghadirkan pendidikan yang aksesibel, affordable, dan fleksibel. Aksesibel berarti dekat dengan masyarakat. Affordable berarti terjangkau, bukan gratis, tetapi yang tidak mampu harus dibantu,” ujarnya.

Mu’ti berharap dukungan semua pihak agar program ini berjalan dengan baik, karena kunci kemajuan adalah pendidikan. Pendidikan adalah proses yang membuat seseorang berubah menjadi lebih baik. “Education is a very powerful weapon to make us great, from zero to hero,” tutupnya.

Melalui kerja sama tersebut, UMJ dipercaya Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang mengelola pelayanan pendidikan melalui PSDKU Kampus Tulang Bawang. Kehadiran PSDKU ini menjadi bagian dari upaya pengembangan pendidikan di daerah serta memperkuat kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan Muhammadiyah.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |