REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) menegaskan fokus pada penguatan fundamental bisnis jangka panjang di tengah dinamika industri aset kripto. Strategi tersebut ditempuh melalui penguatan permodalan, tata kelola perusahaan, dan infrastruktur operasional guna menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut menjadi salah satu poin utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Senin (15/6/2026). Dalam rapat itu, pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang diajukan manajemen.
Salah satu keputusan penting yang diambil adalah penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebagai laba ditahan dan cadangan umum. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung kebutuhan pengembangan bisnis di tengah kondisi pasar yang masih berfluktuasi.
Direktur Utama PT Indokripto Koin Semesta Tbk Ade Wahyu mengatakan, perusahaan memilih memprioritaskan ketahanan bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang dibandingkan pembagian laba dalam jangka pendek.
“Keputusan penggunaan laba tahun buku 2025 sebagai laba ditahan diambil dengan penuh kehati-hatian. Kami memandang kas ini sebagai bekal penting untuk menjaga likuiditas, memperkuat infrastruktur anak usaha kami, dan memastikan Perseroan tetap tangguh menghadapi dinamika pasar. Kami memilih memprioritaskan fundamental bisnis jangka panjang demi penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham,” ujar Ade dalam siaran pers, Senin (15/6/2026).
Menurut dia, dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat infrastruktur dua anak usaha COIN, yakni PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC), sekaligus menjaga fleksibilitas operasional perusahaan dalam menghadapi perkembangan industri aset digital.
Selain penguatan modal, COIN juga melakukan penyegaran di tingkat pengawasan perusahaan. RUPST menyetujui pengunduran diri Silvano Winston Rumantir dari jabatan Komisaris dan mengangkat Aaron Ang Nio sebagai Komisaris baru.
Ade mengatakan, perubahan tersebut diharapkan dapat memperkuat fungsi pengawasan dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik seiring perkembangan bisnis Perseroan.
Dengan perubahan tersebut, susunan Dewan Komisaris COIN terdiri atas John A. Prasetio sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen dan Aaron Ang Nio sebagai Komisaris. Sementara jajaran Direksi tetap dipimpin Ade Wahyu sebagai Direktur Utama bersama Adri P. Martowardojo dan Abraham Ardian Nawawi sebagai Direktur.
Selain itu, RUPST juga menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025, laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris, serta menerima laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum per 31 Desember 2025.
.png)
1 hour ago
1

















































