REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Islam memberikan peringatan tegas kepada setiap Muslim agar tidak berbuat zalim kepada siapa pun. Selain termasuk perbuatan dosa, kezaliman juga dapat mengundang doa dari pihak yang teraniaya, yang dalam banyak riwayat disebut sebagai doa yang sangat mustajab di sisi Allah SWT.
Alquran menegaskan ancaman bagi pelaku kezaliman. Allah SWT berfirman:
أَلاَ لَعْنَةُ اللّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ
Ala la'natullahi 'ala az-zhalimin.
"Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim." (QS Hud: 18)
Para ulama menjelaskan bahwa kezaliman tidak hanya terbatas pada tindakan fisik, tetapi juga mencakup perampasan hak, fitnah, penghinaan, penipuan, maupun berbagai bentuk perlakuan yang merugikan orang lain.
Rasulullah SAW juga mengingatkan umatnya agar berhati-hati terhadap doa orang yang dizalimi. Dalam wasiat beliau kepada Ali bin Abi Thalib RA disebutkan:
وَإِيَّاكَ وَدَعْوَةَ الْمَظْلُوْمِ فَإِنَّ اللهَ يَسْتَجِيْبُ لَهُ وَإِنْ كَانَ كَافِرًا فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ
Wa iyyaka wa da'wat al-mazhlum fa innallaha yastajibu lahu wa in kana kafiran fa 'alaihi kufruhu.
"Berhati-hatilah terhadap doa orang yang dizalimi. Sesungguhnya Allah akan mengabulkan doanya, meskipun ia seorang kafir. Adapun kekafirannya menjadi tanggungannya sendiri."
Keterangan tersebut dapat ditemukan dalam kitab Wasiyatul Musthafa karya Syekh Abdul Wahhab Asy-Sya'rani. Riwayat ini menunjukkan bahwa keadilan Allah berlaku bagi seluruh manusia. Karena itu, seorang Muslim dilarang berbuat zalim kepada siapa pun, termasuk kepada orang yang berbeda agama.
Larangan menzalimi sesama Muslim juga ditegaskan dalam hadis sahih riwayat Imam Muslim. Rasulullah SAW bersabda:
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لَا يَظْلِمُهُ، وَلَا يُسْلِمُهُ
Al-muslimu akhul muslim, la yazhlimuhu wa la yuslimuhu.
"Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak boleh menzaliminya dan tidak boleh membiarkannya (dalam kesulitan)." (HR Muslim No. 2564)
Hadis tersebut mengajarkan bahwa persaudaraan dalam Islam harus diwujudkan melalui sikap saling menjaga, menghormati hak sesama, serta menjauhi segala bentuk kezaliman. Sebab ketika seseorang menjadi korban kezaliman lalu mengadukan nasibnya kepada Allah SWT, tidak ada penghalang antara doanya dengan Allah. Karena itu, para ulama senantiasa mengingatkan agar seorang Muslim menjaga lisan, sikap, dan perbuatannya agar tidak merugikan orang lain serta terhindar dari ancaman doa orang yang teraniaya.
Mengapa Doa Orang Terzalimi Sulit Ditolak?
Salah satu bentuk keadilan Allah SWT yang paling nyata adalah keberpihakan-Nya kepada orang yang terzalimi. Karena itu, Islam memberikan peringatan keras agar seorang Muslim tidak merugikan, menyakiti, atau merampas hak orang lain. Sebab ketika seseorang berada dalam keadaan teraniaya lalu mengadukan nasibnya kepada Allah, doanya memiliki kedudukan yang sangat istimewa di sisi-Nya.
Rasulullah SAW bersabda:
اتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ، فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ
Ittaqi da'wat al-mazhlum, fa innahu laisa bainaha wa bainallahi hijab.
"Takutlah terhadap doa orang yang dizalimi, karena tidak ada penghalang antara doanya dengan Allah." (HR Bukhari dan Muslim)
Para ulama menjelaskan bahwa tidak adanya hijab atau penghalang menunjukkan betapa dekatnya doa orang yang terzalimi dengan pengabulan Allah. Dalam kondisi tertekan, seseorang biasanya berdoa dengan penuh keikhlasan, ketulusan, dan pengharapan hanya kepada Allah semata. Keadaan tersebut menjadi salah satu sebab kuat dikabulkannya doa.
.png)
2 hours ago
1

















































