REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO — Departemen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia berkolaborasi dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) untuk memperkuat literasi ASEAN di kalangan pelajar sekolah dasar dan menengah di Purwokerto, Jawa Tengah.
Program bertajuk Community Development Program on ASEAN Literacy and the Establishment of ASEAN Literacy Corner itu berlangsung pada 8-11 Juni 2026 dan menjangkau sekitar 350 siswa dari sejumlah sekolah, yakni SMAN 2 Purwokerto, SMA IT Al Irsyad, SMK Telkom Purwokerto, SMPN 1 Karanglewas, serta SD IT Al Irsyad.
Kegiatan ini dilatarbelakangi pentingnya menyiapkan generasi muda Indonesia agar memahami posisi dan peran ASEAN di tengah berbagai dinamika kawasan dan global. Hal tersebut semakin relevan setelah deklarasi ASEAN Community Vision 2045 pada 2025 serta bergabungnya Timor Leste sebagai anggota terbaru ASEAN pada 2026.
Ketua Tim Pengabdi dari UI, Yuni R Intarti, mengatakan program tersebut dirancang untuk memperkenalkan ASEAN kepada para pelajar melalui pendekatan yang lebih dekat dan menyenangkan.
"Melalui Program Community Development Literasi ASEAN, kami ingin memperkenalkan ASEAN dengan cara yang lebih dekat dan relevan bagi siswa sekolah menengah. Tidak hanya melalui materi presentasi, tetapi juga aktivitas interaktif dan penyediaan sumber belajar yang dapat diakses secara berkelanjutan," ujar Yuni dalam keterangan tertulis.
Menurut dia, program tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pelajar mengenai ASEAN sekaligus menumbuhkan budaya literasi. Selain itu, para peserta diharapkan memiliki rasa memiliki terhadap masa depan kawasan Asia Tenggara atau yang disebut sebagai we feeling ASEAN.
Program literasi itu melibatkan dosen dan mahasiswa dari UI maupun Unsoed. Menariknya, sejumlah mahasiswa internasional Unsoed juga turut berpartisipasi, antara lain berasal dari Thailand, Vietnam, Pakistan, Afghanistan, Zimbabwe, Ghana, Botswana, dan Tanzania.
Para peserta memperoleh materi mengenai sejarah, struktur, dan peran ASEAN. Selain itu, mereka juga mengikuti berbagai permainan edukatif yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan tentang negara-negara anggota ASEAN, simbol kawasan, keberagaman budaya, hingga isu-isu kontemporer di Asia Tenggara.
Salah satu agenda utama kegiatan tersebut adalah peresmian Pojok Literasi ASEAN, yakni ruang belajar yang menyediakan berbagai buku, publikasi, alat peraga, dan sumber informasi mengenai ASEAN.
Ketua Tim Pengabdi UI-Unsoed, Elpeni Fitrah, mengatakan keberadaan Pojok Literasi ASEAN diharapkan dapat membantu pelajar memperluas wawasan regional sekaligus mempersiapkan diri menghadapi berbagai peluang di masa depan.
"Melalui Program Literasi ASEAN dan Pojok Literasi ASEAN ini para pelajar dapat memiliki kesadaran yang semakin kuat bahwa rumah masa depan mereka bukan hanya Indonesia, tetapi juga ASEAN, yang memberikan ruang aktualisasi diri yang lebih luas dan beragam," kata Elpeni.
Ia menambahkan, pemahaman yang lebih baik mengenai ASEAN diharapkan dapat mendorong generasi muda meningkatkan kualitas pengetahuan, keterampilan, dan karakter diri agar mampu bersaing di tingkat regional.
Program tersebut didukung pendanaan World Class University (WCU) melalui skema Enhancing Quality Education for Impacts and Recognition (EQUITY) Inbound Scheme 2025-2026. Kegiatan ini juga didukung oleh Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi UI, ASEAN Studies Centre FISIP UI, Kantor Hubungan Internasional Unsoed, serta Direktorat Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN Kementerian Luar Negeri RI.
Kolaborasi antara UI dan Unsoed ini dinilai menjadi contoh penting sinergi antarlembaga pendidikan tinggi dalam memperluas akses pengetahuan dan memperkuat wawasan global generasi muda. Program tersebut juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang pendidikan berkualitas dan Tujuan 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan.
Kepala sekolah SMP Negeri 1 Karanglewas, Dwi Riani Darma Setianingsih, menghargai kesempatan yang hadir lewat acara tersebut. “Bagi kami ini adalah kesempatan luar biasa karena anak-anak kami bisa belajar tentang literasi ASEAN dan semoga mereka bisa merasa menjadi bagian dari bangsa ASEAN… Selama ini kami hanya belajar dari buku tapi kali ini bisa belajar langsung dari ahlinya,’’ kata dia.
Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Purwokerto Cici Riyani juga menyatakan terimakasihnya pada pihak UI dan Unsoed. “Semoga dengan adanya pojok literasi ASEAN ini siswa/i bisa belajar dan semoga keberlanjutan dari program ini bisa terus terjadi sehingga kami bisa mengenal lebih dunia Internasional."
Josep, mahasiswa asal Zimbabwe menyatakan senang bisa belajar soal ASEAN meski jauh dari kampung halaman di Afrika. “Tidak hanya itu kami dari komunitas mahasiswa dan mahasiswi internasional juga tahu fakta ASEAN bahwa indonesia adalah negara terbesar di ASEAN’’
Maryam, mahasiswa asal Ghana senang bisa bertemu dengan anak-anak Indonesia yang berpengetahuan luas. “Melihat mereka yang begitu paham soal masyarakat sangat berdampak dan menyentuh bagi saya.”
Sadee, mahasiswa asal Tajikistan menyatakan sempat mengikuti kegiatan serupa di Malaysia dan sekarang di Indonesia. “Saya berharap melalui kegiatan ini anak-anak Muda Indonesia bisa bangkit.”
.png)
2 hours ago
2

















































