Toyota Pertahankan Posisi Puncak Produsen Mobil Dunia pada 2025

6 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO — Toyota Motor Corp kembali menegaskan dominasinya di industri otomotif global. Produsen asal Jepang tersebut membukukan penjualan rekor sebanyak 11,3 juta kendaraan sepanjang 2025, sekaligus mempertahankan status sebagai produsen mobil terlaris di dunia untuk tahun keenam berturut-turut.

Secara keseluruhan, penjualan global grup Toyota tumbuh 4,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penjualan ini mencakup merek Toyota dan Lexus, serta unit mobil kecil Daihatsu dan Hino Motors. Capaian ini semakin menjauhkan Toyota dari para pesaing utamanya di pasar global.

Volkswagen Group, rival terdekat Toyota dari Jerman, sebelumnya melaporkan penurunan penjualan sebesar 0,5 persen pada 2025 menjadi kurang dari sembilan juta unit. Penurunan tersebut terjadi di tengah upaya efisiensi biaya di dalam negeri serta ketatnya persaingan di pasar China.

Kinerja kuat Toyota pada 2025 terutama ditopang pasar Amerika Serikat dan Jepang. Kedua negara tersebut secara gabungan menyumbang lebih dari dua perlima total penjualan kendaraan perusahaan induk Toyota, menegaskan peran penting pasar domestik dan Amerika Utara bagi pertumbuhan perusahaan.

Penjualan kendaraan bermerek Toyota dan Lexus secara global meningkat 3,7 persen menjadi 10,5 juta unit, yang juga menjadi rekor baru. Permintaan tinggi terhadap kendaraan hybrid, khususnya di Amerika Serikat, menjadi salah satu pendorong utama kenaikan tersebut.

Ekspor kendaraan dari Jepang ke Amerika Serikat melonjak 14,2 persen menjadi sekitar 615 ribu unit, dengan SUV RAV4 tercatat sebagai salah satu model paling diminati. Sementara di China, penjualan Toyota naik tipis 0,2 persen. Ini pertama kalinya dalam empat tahun penjualan Toyota tidak mengalami penurunan di pasar otomotif terbesar dunia tersebut.

Dari sisi teknologi, kendaraan hybrid bensin-listrik kini menyumbang sekitar 42 persen dari total penjualan global Toyota. Adapun kendaraan listrik berbasis baterai masih mengambil porsi relatif kecil, yakni 1,9 persen, mencerminkan strategi Toyota yang tetap mengandalkan teknologi elektrifikasi bertahap.

sumber : Reuters

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |