REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Teknologi drone tidak lagi sekedar digunakan untuk kebutuhan fotografi atau pembuatan konten kreatif. Perkembangan teknologi ini terus meluas dan menjadi kebutuhan di berbagai sektor industri, mulai dari pariwisata, pertanian, hingga pertambangan. Melihat peluang tersebut, LPK Pusat Pelatihan Drone Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar pelatihan drone bagi generasi muda untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka akses kerja baru.
Kepala LPK Pusat Pelatihan Drone Indonesia, Franko Nero menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang diselenggarakan melalui kerja sama Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman dan Dinas Sosial Kabupaten Sleman dengan pihaknya. Program pelatihan drone dirancang berlangsung selama 12 hari dengan total 100 jam pelajaran (JPL). Rencananya terbagi ke dalam dua tahap, yakni pada tahap pertama digelar pada 10 hingga 14 Maret 2026, kemudian dilanjutkan setelah Lebaran pada 23 hingga 30 Maret 2026.
"Kegiatan ini diikuti oleh 16 peserta, yaitu warga Sleman yang mempunyai Kartu Keluarga Miskin dan Kartu Keluarga Rentan Miskin. Jadi teman-teman ini, yang kita utamakan adalah status kelompok pencari kerja atau pengangguran. Lalu pelatih atau instrukturnya ini terdiri dari 4 orang yang nanti profesional di bidang drone dan digital marketing yang bersertifikat BNSP juga bersertifikat kompetensi yang lainnya," katanya saat dijumpai di sela-sela acara pelatihan drone di Kapanewon Depok, Selasa (10/3/2026).
Dia menjelaskan, materi pelatihan yang diberikan tidak hanya terbatas pada pengoperasian drone dasar, tetapi juga mencakup berbagai kemampuan lanjutan, seperti pengoperasian basic drone, advanced photo, dan video drone, advanced drone mapping, hingga pembuatan konten dari foto dan video drone.
Selain itu, para peserta juga dibekali kemampuan digital marketing agar mampu memasarkan produk visual yang dihasilkan. Pelatihan ini juga dilengkapi dengan pengenalan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
"Tools yang nanti dipakai seperti Canva, CapCut, dan berbagai tools AI serta digital marketing lainnya. Jadi setelah mereka membuat konten foto dan video drone, mereka juga tahu bagaimana cara menjual produk tersebut, mendapatkan klien, atau melamar pekerjaan yang membutuhkan skill tersebut," ucap Franko.
Saat ditanya terkait peluang kerja di bidang drone, menurutnya masih terbuka sangat luas karena teknologi tersebut kini digunakan di banyak sektor industri. Dia mencontohkan, di sektor properti drone digunakan untuk memantau perkembangan pembangunan serta membuat visualisasi promosi penjualan rumah. Sedangkan di sektor pertambangan, drone dimanfaatkan untuk pemetaan wilayah dan survei.
"Drone ini tidak hanya sebagai media foto dan video seperti yang sering kita lihat di media sosial, tapi juga digunakan di berbagai bidang lain seperti pertanian, drone mapping untuk pertambangan, properti, hingga pariwisata," katanya.
Karena itu, kebutuhan tenaga pilot drone profesional terus meningkat di berbagai industri. Selain keterampilan teknis, Franko mengatakan, peserta juga akan mendapatkan sertifikat kompetensi yang dapat menjadi bekal dalam melamar pekerjaan atau membangun usaha sendiri.
"Jadi tidak hanya di bidang kreatif, tapi juga di sektor industri lainnya. Lowongan untuk penerbang drone masih sangat terbuka lebar," ujarnya.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sleman, Epiphana Kristiyani, mengatakan pelatihan drone dalam program JPS merupakan langkah pemerintah untuk menghadirkan program peningkatan keterampilan bagi masyarakat kurang mampu. Pemerintah berharap pelatihan ini dapat menjadi salah satu upaya nyata dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan.
"Program JPS ini artinya pemerintah hadir di tengah masyarakat. Pesertanya kami ambil dari golongan yang memiliki kartu keluarga miskin. Dengan ditambah skill untuk mengoperasionalkan drone, harapannya mereka bisa lebih cepat mendapatkan pekerjaan," ujarnya.
Epiphana tak menepis, teknologi drone saat ini telah banyak digunakan di berbagai sektor sehingga memiliki prospek kerja yang cukup menjanjikan. Dia mengajak, para peserta agar memanfaatkan waktu pelatihan selama 12 hari dengan maksimal karena materi yang dipelajari berkaitan dengan teknologi yang tidak selalu mudah dipahami.
"Harapannya dengan tambahan skill ini mereka bisa terserap di dunia kerja," katanya.
Hal senada juga disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Sigit Indarto. Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan bagian dari implementasi visi dan misi pemerintah daerah dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Dia menjelaskan, dalam program Jaring Pengaman Sosial terdapat program pendidikan nonformal bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang tidak melanjutkan pendidikan formal namun ingin memiliki keterampilan kerja.
"Kita memberikan pelatihan kepada anak-anak dari keluarga miskin agar memiliki keterampilan yang bisa digunakan untuk bekerja," katanya.
Sigit berharap para peserta benar-benar memiliki minat untuk menekuni keterampilan tersebut sehingga dapat menjadi jalan untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Sertifikat yang diperoleh nantinya juga akan menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan di berbagai instansi.
"Teman-teman bukan kesasar di pelatihan ini, tapi memang benar-benar karena memang minat, minat untuk bisa menjadi bagian dari jalan luar untuk memutus rantai kemiskinan di keluarganya. Nanti salah satu outputnya adalah teman-teman mendapatkan sertifikat yang notabene itu secara resmi bisa dipakai dalam melamar pekerjaan ke depannya," ujar Sigit.
Sementara itu, Panewu Depok, Joko Mulyanto, mengapresiasi pelatihan drone yang digelar di wilayahnya. Dia menyebut pelatihan tersebut menjadi kesempatan yang sangat baik bagi masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah Depok dan Kabupaten Sleman. Joko juga menilai penggunaan drone dapat meningkatkan kualitas promosi sektor pariwisata, termasuk oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis) maupun pelaku industri perjalanan.
"Ini salah satu kesempatan yang kita tunggu-tunggu. Semoga pelatihan ini memberikan banyak manfaat termasuk berdampak pada ekonominya," ucapnya.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa yang membuka langsung pelatihan drone tersebut juga menyampaikan harapannya, agar para peserta memanfaatkan pelatihan ini dengan maksimal sebagai bekal keterampilan yang dapat membantu mereka memperoleh pekerjaan atau bahkan membangun usaha sendiri di masa depan. Selain itu, mereka juga diminta aktif bersosialisasi, karena tidak menutup kemungkinan, suatu kesempatan atau peluang akan terbuka jika semuanya saling berinteraksi.
"Yang akan dilatih itu drone. Ini belum familiar, karena belum semua orang memiliki, kemudian belum semua orang bisa menjalankan. Kelihatannya sepele, kayak dolanan, tapi kalau tidak bisa, bablas hilang. Jadi penting pelatihan ini, untuk mendapatkan ilmu yang baik sehingga bisa menghasilkan hasil yang bagus," kata Danang.
.png)
4 hours ago
3















































