Teror Merebak di Kampung Arab di Israel, Empat Orang Tewas dalam Kurun Kurang dari 8 Jam

2 weeks ago 10

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Empat orang dilaporkan tewas dalam semalam di insiden penembakan terpisah di kota-kota Arab di Israel. Pembunuhan itu terjadi hanya dalam kurun kurang dari delapan jam.

Seperti dilaporkan Middle East Monitor, pembunuhan ini merupakan yang terbaru dalam peningkatan kejahatan kekerasan yang terus berlanjut di komunitas Arab, di tengah tuduhan bahwa polisi Israel gagal bertindak efektif dan telah bersekongkol dengan geng-geng kejahatan terorganisir.

Pada Kamis (12/2/2026) dini hari, jenazah Mukhtar Abu Mdeghim yang berusia 22 tahun ditemukan di dalam kendaraannya di kota Rahat. Ia tewas ditembak. Korban adalah putra dari mantan walikota Rahat.

Ayahnya, Ata Abu Mdeghim, menulis di Facebook: “Mukhtar, putraku, tewas oleh peluru yang keji. Allah Maha Mencukupi kita, dan Dialah sebaik-baik Pengatur urusan. Semoga Allah merahmatimu, putraku, dan memberimu tempat tertinggi di Surga.

belasungkawa akan diadakan di rumahku di lingkungan Al-Ansar di Rahat. Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita akan kembali.”

Beberapa jam kemudian, penembakan lain terjadi di Desa Yarka. Di sana seorang pria berusia 41 tahun ditembak. Petugas medis memastikan kematiannya di tempat kejadian.

Di Kota Lod, seorang pria berusia lima puluhan juga ditembak mati.

Pada larut malam, Mohammed Qassem, 47 tahun, tewas dalam penembakan di kota Fureidis, sehingga jumlah korban tewas di komunitas Arab menjadi empat orang dalam waktu delapan jam.

Belum ada informasi dari otoritas Israel apakah penembakan itu memiliki saling keterkaitan atau hanya sekadar kebetulan. Namun yang pasti, menguatnya kelompok garis keras di Israel telah membuat warga Arab di sana semakin resah.

Tolak Aneksasi Tepi Barat

Secara terpisah, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyerukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan respons tegas atas rencana terbaru Israel memperkuat kendali dan memperluas penjajahannya atas wilayah Tepi Barat. Abbas menilai, langkah Tel Aviv tersebut bakal merintangi upaya perdamaian yang tengah dijalankan Trump.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |