Ribuan Antar Jenazah 175 Murid Syuhada Pengeboman Israel di Iran

3 hours ago 1

Suasana pemakaman syuhada akibat serangan Israel di sekolah putri di Minab, Iran, pada Selasa (3/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, MINAB -- Ribuan pelayat memenuhi jalan-jalan kota Minab, sebuah kota di Iran selatan, pada Selasa mengantarkan korban serangan udara Israel di sekolah dasar perempuan Sabtu lalu. Serangan tersebut merupakan salah satu serangan paling mematikan dalam kampanye Amerika-Israel melawan Iran. 

Pengeboman sekolah tersebut menewaskan sedikitnya 175 orang, banyak dari mereka adalah siswa yang bersekolah di sekolah putri Shajarah Tayyebeh, di kota Minab, menurut pejabat kesehatan setempat dan media pemerintah Iran. 

Beberapa video dan gambar menunjukkan setidaknya setengah dari bangunan dua lantai itu hancur akibat ledakan tersebut. Lebih dari 700 orang telah meninggal di Iran selepas Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan pembuka terhadap Iran Sabtu lalu. Serangan itu juga menewaskan pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei. Iran kemudian membalas dengan gelombang serangan roket dan drone balasan terhadap berbagai negara di wilayah tersebut. 

Sebelum pemakaman di Minab pada Selasa, para pekerja menggali deretan kuburan di pemakaman sekitar delapan kilometer dari sekolah dasar. Video yang beredar menunjukkan arak-arakan pelayat mengerumuni truk yang memuat peti mati. 

Beberapa orang meratap dalam kesedihan sementara yang lain menghujani peti mati dengan permen dan kelopak mawar. Foto udara menunjukkan para pelayat berada di pemakaman saat peti mati diturunkan ke dalam kuburan. 

Video menunjukkan massa melakukan doa dan nyanyian untuk mendukung republik Islam. 

Sekolah itu terletak di sebelah pangkalan angkatan laut milik kekuatan militer paling kuat di Iran, Korps Garda Revolusi Islam. Gedung sekolah tersebut pernah menjadi bagian dari situs militer. Namun pada tahun 2016, gedung tersebut telah ditutup tembok dan tidak lagi terhubung dengan pangkalan. 

Baik pemerintah Israel maupun AS belum secara langsung menangani serangan terhadap sekolah tersebut. Namun Komando Pusat AS mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka “mengetahui laporan mengenai kerugian sipil” dan “menyelidikinya.”

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |