REPUBLIKA.CO.ID,MINAB — Investigasi Al Jazeera mengungkap fakta mengejutkan di balik serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menghantam Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, Hormozgan, pada Sabtu (28/2/2026). Data terbaru menunjukkan jumlah korban tewas kini melonjak drastis menjadi 165 jiwa, yang mayoritas adalah siswi berusia antara 7 hingga 12 tahun.
Laporan investigasi digital Al Jazeera yang membedah citra satelit selama satu dekade terakhir membantah klaim sepihak Pentagon dan militer Israel (IDF) yang mengeklaim tidak mengetahui adanya fasilitas sipil di lokasi tersebut. Analisis dari citra satelit membuktikan bahwa gedung sekolah telah terpisah secara arsitektural dan administratif dari pangkalan militer di dekatnya selama lebih dari 10 tahun.
Investigasi tersebut mengungkap berdasarkan pelacakan historis melalui Google Earth, sejak 2016, area sekolah telah disekat dengan dinding permanen yang memisahkannya dari Kompleks Militer Sayyid al-Shuhada (Markas Brigade Rudal Asif). Dua menara pengawas militer telah dibongkar, dan tiga gerbang eksternal dibuka langsung ke jalan umum untuk akses siswa, terpisah jauh dari pos pemeriksaan militer.
"Analisis visual menunjukkan pola serangan yang sangat presisi. Rudal berpemandu menghantam pangkalan militer dan gedung sekolah secara terpisah, namun secara ajaib melewati Klinik Spesialis Syahid Absalan yang terletak persis di antara keduanya," tulis laporan investigasi tersebut.
Fakta bahwa penyerang mampu menghindari klinik yang baru diresmikan setahun lalu, namun menghantam sekolah yang sudah berdiri 10 tahun, memperkuat dugaan adanya kesengajaan atau kegagalan intelijen yang sangat fatal.
Upaya penyesatan informasi
Akun media sosial yang terafiliasi dengan Israel mencoba menyebarkan narasi bahwa kerusakan sekolah disebabkan oleh kegagalan rudal pertahanan udara Iran. Mereka menyebarkan foto pegunungan bersalju yang diklaim sebagai lokasi jatuhnya rudal di Minab.
Meski demikian, verifikasi reverse image search membuktikan foto tersebut diambil di Zanjan, wilayah utara Iran yang berjarak 1.300 km dari Minab. Sebagai kota pesisir tropis, Minab tidak memiliki salju, yang secara otomatis mematahkan propaganda penyesatan informasi tersebut.
Lembaga Euro-Med Human Rights Monitor mengutuk keras pengeboman ini sebagai "kejahatan mengerikan." Mereka menegaskan bahwa keberadaan fasilitas militer di dekat pemukiman tidak menghapus status sipil sebuah sekolah. Di bawah hukum humaniter internasional, anak-anak dan staf pengajar adalah "orang yang dilindungi" dalam kondisi apa pun.
Perwakilan Dewan Koordinasi Serikat Guru Iran, Shiva Amilairad, melaporkan bahwa waktu antara peringatan serangan dan hantaman rudal terlalu singkat sehingga evakuasi gagal dilakukan. "Kapasitas ruang jenazah di rumah sakit telah habis, memaksa otoritas menggunakan truk pendingin untuk menyimpan jenazah anak-anak ini," ujarnya dengan nada getir.
.png)
3 hours ago
1
















































