Stok BBM Aman, Pemprov DKI Minta Warga tak Panic Buying

8 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di Jakarta masih aman hingga Idul Fitri 1447 Hijriyah. Untuk itu, warga di Jakarta tidak perlu membeli BBM secara berlebihan atau melakukan panic buying.

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, Jakarta merupakan salah satu daerah yang diprioritaskan untuk mendapatkan pasokan BBM. Karena itu, ia menilai stok BBM di Jakarta akan tetap aman di tengah kondisi global yang tidak menentu.

"Kalau BBM, Jakarta tentunya selalu menjadi prioritas untuk stoknya, karena kami juga punya stok sendiri. Sehingga mudah-mudahan BBM di Jakarta dalam rangka menyambut Idul Fitri, terutama bagi yang mudik, berjalan dengan baik," kata dia di kawasan Setu Babakan, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026).

Pramono menjelaskan, stok BBM yang ada di Jakarta dikelola bersama pemerintah pusat. Namun, ia memastikan stok itu masih aman untuk saat ini. "Saya meyakini di Jakarta tidak akan ada panic buying untuk urusan BBM," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga di Aceh Tengah mengantre untuk membeli BBM di SPBU. Warga yang mengantre bahkan sampai membawa jeriken karena khawatir kehabisan stok BBM.

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) meminta masyarakat di Aceh tidak panik. Pertamina memastikan BBM dan LPG cukup serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idulfitri.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus memastikan ketersediaan pasokan BBM dan LPG bagi masyarakat.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying, karena pasokan energi terus kami jaga agar tetap tersedia dan tersalurkan dengan baik," kata dia.

Ia mengatakan berbagai langkah antisipasi telah dilakukan, mulai dari build up stock, penguatan sarana distribusi, hingga koordinasi aktif dengan berbagai pihak terkait. Pertamina juga melakukan berbagai upaya penguatan layanan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan konsumsi energi pada periode tersebut, antara lain melalui build up stock serta memastikan kesiapan sarana dan fasilitas distribusi.

Menurut dia, langkah tersebut dilakukan agar penyaluran energi kepada masyarakat dapat berjalan lancar, aman, dan terukur.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |