Warga terdampak banjir mengungsi di dalam mobil di Desa Pasir Ampo, Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (20/1/2026). Banjir akibat luapan Sungai Cidurian setinggi 30-80 cm yang merendam sebanyak 185 rumah sejak sepekan terakhir tersebut membuat warga kesulitan mendapatkan akses air bersih dan mulai terserang penyakit seperti gatal-gatal, kutu air serta demam. (FOTO : ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)
Warga menunjukkan kakinya yang mulai terkena penyakit kutu air akibat banjir di Desa Pasir Ampo, Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (20/1/2026). Banjir akibat luapan Sungai Cidurian setinggi 30-80 cm yang merendam sebanyak 185 rumah sejak sepekan terakhir tersebut membuat warga kesulitan mendapatkan akses air bersih dan mulai terserang penyakit seperti gatal-gatal, kutu air serta demam. (FOTO : ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)
Warga menyelamatkan barang berharga saat banjir di Desa Pasir Ampo, Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (20/1/2026). Banjir akibat luapan Sungai Cidurian setinggi 30-80 cm yang merendam sebanyak 185 rumah sejak sepekan terakhir tersebut membuat warga kesulitan mendapatkan akses air bersih dan mulai terserang penyakit seperti gatal-gatal, kutu air serta demam. (FOTO : ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)
REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Warga terdampak banjir mengungsi di dalam mobil di Desa Pasir Ampo, Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (20/1/2026).
Banjir akibat luapan Sungai Cidurian setinggi 30-80 cm yang merendam sebanyak 185 rumah sejak sepekan terakhir tersebut membuat warga kesulitan mendapatkan akses air bersih dan mulai terserang penyakit seperti gatal-gatal, kutu air serta demam.
sumber : Antara Foto
.png)
2 hours ago
1


































