Sempat Dicopot, Dipanggil Lagi, Sekarang Chiki Fawzi Kabarkan tak Jadi Lagi Menjadi Petugas Haji

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Influencer Marsha Chikita Fawzi atau Chiki Fawzi, Kamis (29/1/2026), pagi mengabarkan dirinya tak lagi menjadi petugas haji. Padahal sebelumnya pada Rabu (28/1/2026), dia mengabarkan kembali dipanggil menjadi petugas haji setelah sebelumnya pada Selasa (27/1/2026) dia mengabarkan dicopot sebagai petugas haji.

"Gak jadi lagi mas," kata Chiki saat menjawab pertanyaan Republika apakah benar dirinya kembali dipanggil lagi menjadi petugas haji dan kembali menjalani pelatihan di Asrama Haji Pondok Gede.

Republika mengirimkan pesan pertanyaan tersebut pada Rabu (29/1/2026) dan Chiki menjawab pada hari yang sama pukul 10.58 WIB. Hingga berita ini ditayangkan Chiki belum menjawab saat ditanya mengapa akhirnya tidak jadi kembali dipanggil menjadi petugas haji.

Sementara, Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) buka suara terkait informasi adanya peserta diklat petugas haji atau Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 yang diberhentikan beberapa waktu lalu. Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa memang tidak semua peserta yang mengikuti diklat PPIH di Arama Haji Pondok Gede, Jakarta, otomatis lolos seleksi.

"(Sampai hari ini) setidaknya ada enam orang yang dicopot. Misalnya karena faktor kesehatan. Ada yang (hasil) MCU (medical check-up)-nya penyakit jantung. Bahkan ada yang harus dipasang ring. Maka rekomendasi dokter (yang bersangkutan) tidak bisa ikut," ujar Dahnil kepada awak media di Lapangan Makodau 1, Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Kedua, kata dia, memang terdapat sejumlah peserta yang merupakan rekomendasi tim Kemenhaj RI namun pada praktiknya saat pelatihan seluruh asesmen diserahkan kepada pelatih dan instruktur di bawah kepemimpinan Wakil Kepala Diklat PPIH Arab Saudi, Kolonel (Purn) Muftiono. Dari proses penilaian yang dilakukan panitia sejauh ini Kemenhaj tidak bisa mengintervensi. 

"Tim pelatih ini tentu punya kriteria. Pak Menteri (Haji dan Umrah RI, Gus Irfan) dan saya tidak pernah Ikut campur tentang kriteria dan standar penilaian mereka. Misalnya kehadiran, kedisiplinan, ketertiban, dan macam-macam. Kemudian naitnya jangan sampai niatnya nebeng haji. Tidak satu pun peserta yang diistimewakan," tegas Dahnil.

 Ia pun mengakui terdapat sejumlah peserta yang akhirnya dicopot melakukan protes karena keputusan pencopotan tersebut. Ia pun memaklumi hal tersebut karena ekspektasi yang begitu besar menjadi petugas haji. 

"Kalau ada yang kecewa karena dicopot itu hal yang wajar. Saran kami tahun depan dipersiapkan dengan maksimal agar bisa memenuhi ketentuan. Apalagi tahun depan seleksi akan lebih ketat lagi," ujar Dahnil. 

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |