Foto udara kawasan Bundaran Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo yang tertutup kabut asap di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Ahad (23/8/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih terus melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas. Pasalnya, hingga saat ini masih ditemukan titik panas atau hotspot karhutla di enam provinsi tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan pihaknya masih terus menemukan 1.517 hotspot di wilayah Sumatra Selatan. Adapun indikasi luas lahan terbakar di wilayah itu mencapai 1.926 hektare lebih.
"Dan jarak pandang itu (di Sumatra Selatan) sekitar 7 kilometer," kata dia saat konferensi pers secara daring, Selasa (25/8/2026).
Ia menambahkan, hotspot juga ditemukan sebanyak 447 titik di wilayah Provinsi Riau, dengan luas lahan terbakar diindikasikan seluas 15.736 hektare dengan jarak pandang sekitar 3,5 kilometer.
Meski begitu, Berton menyebutkan, saat ini dilaporkan beberapa kabupaten di Riau tengah terjadi hujan. Ia berharap, hujan itu bisa menyebar ke wilayah lainnya, sehingga karhutla bisa diatasi.
"Semoga di tempat lain di Riau ataupun di provinsi yang lain juga terjadi hujan, dan ini tentu akan bisa mengurangi hotspot maupun tingkat kebasahan di lahan tentu akan semakin tinggi," kata dia.
Berton menambahkan, hotspot juga masih ditemukan di wilayah Provinsi Jambi. Pada hari ini, terdapat 253 titik panas di wilayah itu dan lahan yang terbakar diindikasikan sebanyak 379 hektare.
"Kemudian jarak pandang sebesar 1 kilometer," kata dia.
Berpindah ke Kalimantan, hotspot juga masih banyak ditemukan, terutama di Provinsi Kalimantan Barat. BNPB mencatat, saat ini ada 1.836 titik panas di wilayah itu, dengan lahan yang terbakar diindikasikan seluas 36.310 hektare. Adapun jarak pandang di wilayah itu hanya sekitar 2,5 kilometer.
.png)
2 hours ago
1

















































