Terseret Kasus Beli Sertifikat Vaksin Covid-19, Granit Xhaka Absen Bela Swiss

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Granit Xhaka dipastikan tidak memperkuat Timnas Swiss pada rangkaian pertandingan UEFA Nations League bulan ini. Gelandang Sunderland tersebut memilih absen setelah terseret penyelidikan terkait dugaan penggunaan sertifikat vaksin Covid-19 yang tidak sah.

Xhaka menyampaikan keputusan tersebut melalui akun Instagram pribadinya pada Senin (21/9/2026). Ia mengatakan ingin menyelesaikan persoalan yang tengah dihadapinya sebelum kembali bergabung dengan tim nasional.

"Dalam beberapa hari terakhir, muncul pemberitaan lama terkait persoalan saya ini. Saya ingin membereskannya sendiri," ujar Xhaka.

Xhaka mengakui dirinya masih memiliki keraguan terhadap vaksin Covid-19 ketika persoalan tersebut terjadi. Ia mengatakan keputusan yang diambil saat itu kini disesalinya.

"Terkait vaksin Covid-19, saya pribadi saat itu masih ragu dan berpikir dua kali soal itu. Saya tidak percaya dengan vaksin dan dihantui kekhawatiran serta ketakutan," kata pemain berusia 33 tahun tersebut.

Xhaka kemudian mengakui telah membeli sertifikat vaksin karena tidak mengambil langkah untuk berkonsultasi dengan pihak yang memiliki keahlian. Ia menyebut keputusan tersebut sebagai sebuah kesalahan.

"Saat emosi saya tidak stabil, saya memilih membeli sertifikat itu ketimbang bertanya kepada ahlinya. Hari ini saya merasa tindakan itu salah. Itu kesalahan besar. Saya menyesal," ujarnya.

Sebelumnya, Xhaka masuk dalam skuad pelatih Murat Yakin untuk menghadapi Makedonia Utara, Skotlandia, dan Slovenia di Nations League. Namun, di tengah proses investigasi, ia memilih tidak bergabung dengan skuad Swiss.

Penyelidikan kasus tersebut dilakukan Kantor Kejaksaan Luzern dalam beberapa pekan terakhir. Persoalan ini bermula ketika Xhaka dinyatakan positif Covid-19 pada 2022 dan kemudian harus menjalani karantina selama satu bulan.

Setahun kemudian, Xhaka memperoleh sertifikat vaksin dari seorang dokter di Luzern yang kini diduga menerbitkan sertifikat tersebut secara tidak sah. Namun, pengacara dokter tersebut membantah tuduhan itu. Ia menyatakan kliennya memang telah memberikan vaksin kepada Xhaka.

Tiga tahun setelah memperoleh sertifikat tersebut, Xhaka mengungkapkan bahwa ia mendapatkan sertifikat vaksin tersebut secara cuma-cuma. Ia kini menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab dan bekerja sama dalam proses penyelidikan.

"Saya bertanggung jawab atas keputusan saya, saya berkomitmen penuh menjalani investigasi itu dan bekerja sama penuh dengan otoritas terkait," kata Xhaka.

Belum diketahui sanksi yang mungkin dijatuhkan kepada Xhaka jika nantinya dinyatakan bersalah. Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung dan belum ada keputusan hukum terhadap pemain tersebut.

Klub Xhaka, Sunderland, juga belum memberikan keterangan kepada media lokal Chronicle Live terkait persoalan yang sedang dihadapi pemainnya tersebut.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |