Saham DCII ARB 3 Hari Beruntun, Dekati Level Rp100 Ribu

1 month ago 27

Saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) kembali anjlok pada Selasa (17/3/2025), mencatatkan penurunan tajam selama tiga hari berturut-turut.

 Freepik)

Saham DCII ARB 3 Hari Beruntun, Dekati Level Rp100 Ribu. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) kembali anjlok pada Selasa (17/3/2025), mencatatkan penurunan tajam selama tiga hari berturut-turut. Koreksi ini terjadi setelah sebelumnya saham emiten pusat data tersebut sempat menikmati momentum penguatan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.20 WIB, saham DCII anjlok 20,00 persen atau menyentuh auto rejection bawah (ARB) ke level Rp115.800 per unit. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp2,37 miliar dan volume perdagangan 19 ribu saham.

Dengan penurunan hingga ARB selama tiga hari bursa terakhir, reli kenaikan berhari-hari terhenti. Sebelumnya, saham DCII sempat menyentuh ARA 10 persen sejak 5 Maret 2025 saat masih berada di papan pemantauan khusus.

Dalam sepekan, saham DCII tercatat jatuh 38,05 persen, sementara dalam sebulan melonjak 147,97 persen.

Pengamat pasar modal Michael Yeoh menilai, pada Senin (18/3/2025), pergerakan DCII sebenarnya tidak didukung katalis atau fundamental yang signifikan, selain aliran dana global ke sektor teknologi dan corporate action yang akan dilakukan perusahaan.

Ia menambahkan, level koreksi berikutnya untuk DCII berada di kisaran Rp100.000 per saham.

Di harga saat ini, DCII menjadi saham termahal di bursa, berada di atas PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) yang diperdagangkan di Rp43.875 per saham, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) di Rp42.675 per saham, dan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) di Rp40.400 per saham.

Fluktuasi harga yang tajam membuat BEI sempat menghentikan perdagangan (suspensi) saham ini sebanyak dua kali, yakni pada 25 Februari 2025 serta pada 27 Februari hingga 4 Maret 2025.

Setelah kembali diperdagangkan pada 5 Maret 2025, saham DCII sempat mengalami kenaikan signifikan, meskipun berada di papan full call auction (FCA), yang umumnya membatasi likuiditas dan transaksi perdagangan.

Sebelumnya, lonjakan harga saham DCII belakangan ini di tengah kabar bahwa perseroan tengah mempertimbangkan aksi pemecahan nilai nominal saham (stock split). Direktur Utama DCII, Toto Sugiri, mengungkapkan rencana tersebut dalam pertemuan dengan sejumlah media di Jakarta, pada 18 Februari 2025.

Saat ini, saham DCII dikenal memiliki likuiditas rendah akibat harga per unit yang tinggi.

Stock split umumnya dilakukan untuk meningkatkan likuiditas dengan menurunkan harga saham per unit, sehingga lebih terjangkau bagi investor ritel.

Langkah ini juga berpotensi memperluas basis investor dan meningkatkan partisipasi pasar terhadap saham DCII. Jika terealisasi, saham ini diperkirakan akan lebih aktif diperdagangkan.

Soal kinerja keuangan, DCII mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp449,49 miliar hingga kuartal III-2024.

Perolehan ini tumbuh 21,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp370,43 miliar. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |