Karyawan menghitung uang pecahan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Jumat (24/4/2026). Pada perdagangan Jumat sore, nilai tukar rupiah ditutup menguat pada level Rp17.268 per dolar AS. Pemerintah menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.300 per dolar AS dipicu meningkatnya tekanan global yang turut mengguncang mata uang di kawasan. Meski demikian, pemerintah bersama Bank Indonesia akan terus memantau pergerakan pasar guna menjaga stabilitas rupiah di tengah volatilitas yang masih tinggi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Kamis pagi melemah 23 poin atau 0,13 persen menjadi Rp 17.349 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.326 per dolar AS. Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai rupiah melemah terhadap mata uang global utama pada sesi perdagangan Rabu (29/4/2026) seiring investor melakukan positioning menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).
"Sentimen kehati-hatian juga tecermin dari tren kenaikan imbal hasil US Treasury dan Surat Berharga Negara (SBN)," katanya di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Pada pertemuan FOMC April 2026, The Fed mempertahankan suku bunga kebijakan pada kisaran 3,50–3,75 persen.
Keputusan tersebut diwarnai oleh empat suara dissenting, ketika Stephen Miran mendukung pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis points, sementara tiga anggota lainnya menolak pencantuman sinyal pelonggaran dalam pernyataan resmi.
The Fed menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau implikasi ekonomi dari perkembangan di Timur Tengah dan siap menyesuaikan kebijakan apabila diperlukan.
"Pasar menilai pernyataan tersebut lebih hawkish, yang mendorong kenaikan imbal hasil US Treasury serta penguatan US Dollar Index pada Rabu (29/4/2026)," ucap dia.
sumber : ANTARA
.png)
2 hours ago
1















































