Ratusan Pelaku UMKM Kuliner Bandung Bergabung dalam Asosiasi Food Bank

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sebanyak 350 pelaku UMKM kuliner di Kota Bandung resmi membentuk asosiasi dan koperasi program Food Bank. Pembentukan asosiasi pedagang ini, diinisiasi DPW PKB Jawa Barat (Jabar).

Program ini untuk meningkatkan kualitas usaha serta memperluas jangkauan pasar. Menurut Ketua DPW PKB Jawa Barat, Syaiful Huda, langkah ini menjadi fase pelembagaan program Food Bank, yang sebelumnya sebatas gerakan pembelian produk UMKM untuk kegiatan sosial.

"Sekarang, para pemilik warung dihimpun dalam satu wadah agar memiliki kekuatan bersama dalam meningkatkan kualitas produk dan daya saing usaha," ujar Huda, Sabtu (14/3/2026).

Menurut Huda, program Food Bank yang dirintis sejak dua pekan lalu, mulai difokuskan pada penguatan kelembagaan. Yakni, melalui pembentukan asosiasi dan koperasi pelaku UMKM kuliner.

Wadah ini penting, agar para pelaku usaha kecil tidak lagi bergerak sendiri, tetapi bisa saling mengenal, berkolaborasi, dan meningkatkan kualitas produk secara bersama.

“Alhamdulillah, program Food Bank kini masuk level pelembagaan. Para pemilik warung sepakat mendirikan asosiasi dan koperasi. Dengan begitu mereka bisa saling kenal dan berkolaborasi meningkatkan kualitas produk,” katanya.

Melalui wadah tersebut, kata dia, tim Food Bank Jabar juga menyiapkan berbagai program pendampingan untuk para pelaku UMKM kuliner.

Salah satunya, dengan menghadirkan tenaga profesional untuk memberikan pelatihan kepada para pemilik warung. Mulai dari peningkatan standar higienitas, penguatan cita rasa masakan, hingga perbaikan kemasan produk.

Huda mengatakan, pelatihan tersebut dirancang agar produk kuliner para pelaku UMKM tidak hanya layak dijual di lingkungan sekitar, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Kami akan adakan coaching dengan mendatangkan chef. Tujuannya agar mereka belajar meningkatkan higienitas, rasa masakan, hingga perbaikan kemasan. Jadi produknya makin berkualitas,” katanya menegaskan.

Setelah kualitas produk meningkat, kata dia, para pelaku UMKM yang tergabung dalam asosiasi dan koperasi ini diharapkan tidak lagi hanya mengandalkan penjualan di lingkungan sekitar atau menunggu pembeli datang ke warung.

Mereka didorong untuk mulai menyasar pasar yang lebih besar, seperti penyediaan konsumsi rapat anggota dewan, katering kegiatan pemerintah daerah, kerja sama dengan perusahaan, hingga berbagai kegiatan berskala besar lainnya.

“Kami ingin asosiasi dan koperasi ini bisa menaikkan kualitas sekaligus mendongkrak penjualan mereka ke level menengah,” katanya.

Pada tahap awal, program ini telah menghimpun sekitar 350 pelaku UMKM kuliner di Kota Bandung sebagai pionir. Namun, gerakan Food Bank tersebut dipastikan akan diperluas ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Seluruh anggota dewan dari PKB serta struktur DPC di daerah, kata dia, diminta menjalankan program serupa di wilayah masing-masing.

“Sekitar 350 di Kota Bandung. Sebenarnya program ini juga ada di seluruh kabupaten kota karena semua anggota dewan PKB dan struktur DPC harus melaksanakan Food Bank di daerahnya masing-masing,” katanya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |